web analytics
  

Oranje Nassau Plein, Tempat Santai Koloni Belanda Kini Jadi Taman Pramuka Bandung

Sabtu, 20 Juni 2020 13:51 WIB Nur Khansa Ranawati

Taman Pramuka dulunya adalah taman berbentuk setengah lingkaran dinamai Oranje Nassau Plein. Salah satu fungsinya adalah sebagai tempat bersitirahat para pegawai pemerintahan Hindia Belanda. (ayobandung/Nur Khansa Ranawati)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Anda yang kerap melewati Jalan L.L.R.E Martadinata alias Jalan Riau, Kota Bandung agaknya familiar dengan tugu berbentuk tunas kelapa yang membagi dua lajur ruas jalan tersebut. Di seberangnya terdapat taman yang kerap digunakan aktivitas regu pramuka di Kota Bandung, yakni Taman Pramuka.

Tidak seperti taman-taman lainnya di Bandung, di dalam Taman Pramuka tidak terlalu banyak terdapat aktivitas dagang atau kegiatan warga yang tengah berpiknik. Taman tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas pramuka seperti kemah atau jambore.

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, Sabtu (20/6/2020), saat ini di taman tersebut telah dibangun sebuah area bermain skateboard alias skate park. Di sebelahnya terdapat sebuah bangunan bertitngkat yang difungsikan sebagai sekretariat Pramuka Kwarcab Kota Bandung.

Di depan bangunan tersebut, berdiri sebuah bangunan berbentuk gazebo bercat putih yang nampak masih mempertahankan gaya bangunan 'jadul'nya. Teralis jendela-jendela gazebo dibuat berbentuk tunas pramuka.

Usut punya usut, gazebo dan keseruhan Taman Pramuka memiliki sejarah yang cukup panjang. Berdasarkan penuturan Sudarsono Katam dan Lulus Abadi alam buku Album Bandoeng Tempo Doeloe, taman tersebut dibangun pada 1920-an.

Taman yang awalnya berbentuk setengah lingkaran ini dinamai Oranje Nassau Plein. Salah satu fungsinya adalah sebagai tempat bersitirahat para pegawai pemerintahan Hindia Belanda.

Daerah tempat Oranje Plein ini beridiri disebut kawasan Kapiten Hill, yakni kawasan perumahan mewah dengan halaman luas yang dipenuhi bunga. Jalan Riau kala itu bernama Riauwstraat, batas paling timur Kota Bandung.

Sejak awal berdiri, gazebo tersebut telah didirikan di tengah-tengah taman deggan fungsi yang berganti-ganti seiring waktu. Awalnya, di depan gazebo terdapat sebuah kolam yang kini berganti menjadi area taman untuk memasang tiang bendera.

Dari kolam tersebut, orang yang beristirahat dapat melihat latar belakang pemandangan perempatan Noorder Kampemenstraat (Jalan Aceh) dan Riowstraat. Di akhir 1930-an, area jalan masuk menuju bangunan gazebo ditanami deretan pohon palem.

Fungsi bangunan gazebo tersebut mulai berubah sejak 1940-an, dimana kala itu gazebo digunakan sebagai toko kelontong seiring dengan beralihnya kekuasaan Hindia Belanda ke pemerintah Jepang yang kemudian menjadi Indonesia. Kolam di area depan gazebo pun sudah ditutup.

Pada 1950-an, nama Oranje Nassau Plein dirubah menjadi Lapangan Dipatiukur. Fungsinya masih sebagai tempat rehat dan bersantai para warga, dan tidak mengalami perubahan yang signifikan hingga 1970-an.

Di tahun itu, mulai dibangun gedung kantor di belakang bangunan gazebo. Kegiatan pramuka mulai aktif diselenggarakan di area tersebut hingga akhirnya gedung kantor diperbesar dan dibuat bertingkat pada 1980 ketika pramuka semakin masif berkembang di Kota Bandung.

Di era 2000-an, Pemerintah Kota Bandung meresmikan tempat tersebut sebagai sekretariat Pramuka Kwarcab Kota Bandung hingga saat ini. Berbagai kegiatan pramuka pun masih rutin terselenggara, terutama di akhir pekan.

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers