web analytics
  
Banner Kemerdekaan

5 Tips Aman Menyaksikan Gerhana Matahari pada 21 Juni 2020

Jumat, 19 Juni 2020 13:08 WIB

Fenomena gerhana matahari cincin terlihat di Alun-Alun Kota Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (26/12/2019). (Kavin Faza/Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Masyarakat Indonesia bisa dengan aman menyaksikan gerhana matahari sebagian pada 21 Juni 2020. Namun, ada sejumlah langkah-langkah mesti diperhatikan.

American Astronomical Society menyebut, langkah-langkah tersebut berlaku bagi hampir semua gerhana, utamanya, gerhana matahari.

"Karena Matahari sangat luar biasa terang, bahkan terlalu terang untuk dilihat dengan mata yang tidak terlindungi," kata direktur asosiasi untuk ilmu pengetahuan di divisi ilmu heliofisika NASA, Alex Young seperti dikutip CNN, Kamis (18/6/2020).

Jika memang telah berencana untuk menyaksikan gerhana melalui kamera, teleskop atau teropong, perlu kiranya untuk membeli filter matahari untuk diletakan di ujung lensa perangkat.

Namun, ketika menggunakannya, jangan pernah memakai kacamata gerhana saat melihat gerhana. Cahaya yang terkonsentrasi berpotensi menembus filter dan menyebabkan cedera pada mata.

Ada beberapa pedoman keselamatan untuk menyaksikan fenomena gerhana ketika menggunakan filter matahari menurut American Astronomical Society.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa filter matahari Anda sebelum digunakan. Jika nyatanya ada goresan, tertusuk atau bahkan sobek dan rusak, filter tersebut tak bisa digunakan dan harus dibuang. Selanjutnya, ketika anak menggunakan filter matahari, perlu kiranya untuk selalu diawasi.

Tip ketiga, jika Anda terbiasa memakai kacamata, jangan tinggalkan kebiasaan itu ketika melihat gerhana. Tetap pakai kacamata dan ditindih dengan kacamata gerhana Anda di atasnya, atau pegang penampil genggam Anda di depannya.

Tip keempat, jangan pernah melihat matahari yang tidak tertutup atau sebagian terhalang melalui kamera, teleskop, teropong atau perangkat optik lainnya yang tidak difilter.

Hal tersebut juga berlaku ketika melihat matahari saat gerhana melalui kamera, teleskop, teropong atau perangkat optik lainnya saat menggunakan kacamata gerhana Anda atau penampil matahari genggam. Hal itu karena sinar matahari yang terkonsentrasi dapat merusak filter dan cahaya berlebih masuk ke mata sehingga bisa menyebabkan cedera serius.

Terakhir, ketika hendak menggunakan filter matahari sebaiknya memulai dengan berkonsultasi dengan ahli atau astronom yang paham.

Sementara itu, Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto mengatakan, masyarakat di Indonesia hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian, saat sejumlah negara lain bisa menyaksikan gerhana matahari cincin.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Republika.co.id
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers