web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Google Maps Siapkan Fitur Peringatan untuk Pembatasan Perjalanan

Jumat, 19 Juni 2020 05:03 WIB

Ilustrasi (The Verge)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Google membuat perubahan pada aplikasi Maps untuk merefleksikan  bagaimana seseorang berpergian ke karantina wilayah. Maps sekarang akan menunjukkan peringatan COVID-19 di rute angkutan umum yang dipengaruhi oleh pembatasan perjalanan.

Misalnya, di Inggris, seseorang akan memerlukan masker jika ingin naik rute Bis London. Pembaruan aplikasi ini dilakukan untuk mengingatkan pengguna dan membuat mereka siap.

Dilansir dari Android Central, Selasa (9/6), Maps sekarang juga akan menunjukkan peringatan tentang persyaratan dan pedoman medis jika menuju ke pusat pengujian COVID-19. Peringatan mengemudi juga dimunculkan, yakni rute di mana pengguna mungkin menghadapi pos pemeriksaan atau pembatasan yang ditempatkan untuk mengontrol penyebaran. Sekali lagi, semua peringatan ini untuk memberikan informasi dan menghindarkan pengguna membuat perjalanan yang sia-sia.

Tanda transit publik akan diluncurkan di Argentina, Australia, Belgia, Kolombia, Prancis, India, Meksiko, Belanda, Spanyol, Thailand, Inggris dan tanda mengemudi Amerika Serikat (AS) untuk rute yang dipengaruhi oleh pos pemeriksaan COVID-19 yang akan datang ke Kanada, Meksiko dan AS.

Untuk mereka yang menuju area pengujian COVID-19, peringatan persyaratan dan pembatasan akan disediakan di Israel, Filipina, Korea Selatan, AS dan pusat pengujian akan tersedia di AS.

Aplikasi Maps juga akan membantu pengguna menjaga jarak sosial saat naik bus atau kereta api. Direktur Manajemen Produk, Google Maps, Ramesh Nagarajan mengatakan dalam sebuah unggahan blog bahwa pengguna dapat dengan mudah melihat historis stasiun transit untuk merencanakan perjalanan atau pengguna bisa melihat data langsung yang menunjukkan betapa sibuknya tempat tersebut dibandingkan tingkat aktivitas biasa.

Cukup cari sebuah stasiun di Google Maps atau klik stasiun di peta untuk melihat papan keberangkatan dan data kesibukan jika tersedia. Kemampuan ini didukung oleh data agregat dan anonim dari pengguna yang telah memilih masuk ke Google Location History, pengaturan tingkat akun Google yang dinonaktifkan secara default.

“Untuk melindungi privasi, wawasan ini hanya muncul ketika kami memiliki data yang memadai untuk memenuhi ambang privasi,” kata Nagarajan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers