web analytics
  

Jika Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Jalan di Bandung Bakal Ditutup

Rabu, 17 Juni 2020 17:21 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Jalan di Kota Bandung (Eneng Reni)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Seluruh ruas jalan yang sempat ditutup di Kota Bandung selama pandemi Covid-19 kini telah dibuka secara penuh. Pembukaan sejumlah jalan berkaitan dengan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) skala proporsional di Kota Kembang.

Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung telah membuka seluruh blokade titik ruas jalan yang sebelumnya ditutup guna menghindari kerumunan massa saat Pandemi Covid-19. Pembukaan ruas jalan ini dilakukan usai PSBB penuh yang diterapkan Kota Bandung berakhir pada 29 Mei 2020.

Anggota Dikyasa Polrestabes Bandung Aiptu Jaja Tursija menjelaskan, pembukaan ruas jalan tersebut didasari oleh kebijakan yang diterapkan Pemerintah Kota Bandung untuk melaksanakan PSBB skala proporsional.

"Seluruh ruas jalan sudah dibuka mulai tanggal terakhir PSBB ketat pada 29 Mei. Pertimbangannya dari PSBB ini mau diterapkan skema New Normal, dan guna penutupan itu untuk menghindari kumpul-kumpul. Dan kenapa kami buka kembali, karena telah ada SOP Protokol kesehatan yang mulai diaktifkan kembali, sehingga saat ini dibuka dengan catatan salah satunya harus tetap jaga jarak," kata Jaja kepada Ayobandung.com, Rabu (17/6/2020).

Selain membuka kembali jalan yang sempat ditutup, Jaja mengatakan seluruh pos pemantauan atau check point sudah ditiadakan berbarengan dengan pembukaan jalan. 

Meski begitu, Jaja menegaskan, bila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, tidak berkerumun dan sebagainya, kemungkinan ruas-ruas jalan di kota Bandung akan ditutup kembali.

"Konsekuensi apabila muncul kerumunan, kita mengikuti perwal yang ditentukan walikota, contoh sekarang mal SOP sudah ada kalau memang dari pihak malnya sendiri yang melanggar berarti akan ditutup lagi malnya tapi kalau tenant yang melanggar berarti tenantnya aja yang ditutup. Di kepolisian juga seperti itu, kalau memang tempat itu kerumunannya tidak bisa diimbau, tidak sesuai dengan SOP kesehatan yang ada maka akses jalannya kami alihkan, kami blokade lagi," ungkap Jaja.

Jaja tak menampik, adanya pembukaan ruas jalan membuat jalanan kembali ramai. Karenanya, ia mengimbau warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Mengingat Indonesia, masih dalam keadaan pandemi Covid-19. Kota Bandung pun saat ini masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) skala proporsional.

"Apabila terjadi kumpul-kumpul lagi ya ditutup lagi. Cuman selama ini, Alhamdulillah masih nurut, masih bisa diimbau untuk pengunjung. Evaluasi terakhir ini untuk yang berkumpul itu, memang ada yang berkumpul. Tapi masih mengikuti SOP atau protokol kesehatan dengan jarak dan masih bisa diimbau," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Ayobandung.com, Rabu (17/6/2020), sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandung kembali di buka. Mulai dari sepanjang jalan Lingkar Selatan, Jalan Asia Afrika, Jalan Braga, Jalan  Tamblong, jalan Lembong, Jalan Veteran, Jalan Kosambi, Jalan Merdeka, Jalan Diponegoro, Jalan Ir. H.Djuanda, hingga Jalan Purnawaman.

Untuk jalan Veteran, mayoritas pertokoan di wilayah tersebut kembali membuka operasionalnya. Kendaraan roda dua maupun roda empat pun terpantau ramai lancar melintasi kawasan tersebut. 

Meski operasional pertokoan kembali normal, namun protokol kesehatan Covid-19 seperti menggunakan masker tetap menjadi perhatian warga yang berbelanja dan beraktivitas di kawasan tersebut.

Beda tempat, di sepanjang Jalan Braga, mayoritas pertokoan di wilayah tersebut masih tutup. Hanya ada sejumlah masyarakat yang berwisata atau sekadar melintas di area pertokoan paling tua di Kota Kembang itu.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers