web analytics
  

Cegah Ada Sekolah Unggulan, DPRD Kabupaten Bandung Pelototi PPDB

Selasa, 16 Juni 2020 14:20 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Cegah Ada Sekolah Unggulan, DPRD Kabupaten Bandung Pelototi PPDB, PPDB Kabupaten Bandung,DPRD Kabupaten Bandung,sekolah unggulan,PPDB

PPDB (Ist)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM --  Walaupun proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi, namun masih terdapat stigma masyarakat mencari sekolah tertentu bagi anaknya.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Sumirat, mengatakan PPDB zonasi merupakan cara untuk menghindari adanya stigma sekolah favorit atau terbaik yang menyebabkan peminat hanya bertumpuk di sekolah tertentu, sementara sekolah lain kekurangan peminat.

"Ada beberapa potensi orang tua mencari kualitas, makanya kami tekankan kepada disdik (dinas pendidikan) untuk melakukan pemerataan," tutur Yayat, Selasa (16/6/2020).

Pemerataan yang harus dilakukan, tidak hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penunjang pendidikan lainnya.

"Gurunya juga harus disebar secara merata. Jangan hanya tertumpuk di sekolah tertentu," katanya.

Jika pembangunan juga tenaga pendidik hanya tertumpuk di sekolah tertentu, maka stigma sekolah favorit atau unggulan masih akan terjadi.

Dengan begitu, orang tua siswa akan tetap berbondong-bondong ingin menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Selain itu, masalah lain juga terletak pada masih kurang menyebarnya sekolah. Secara umum, daya tampung sekolah masih mencukupi untuk siswa. Namun, masih terdapat sejumlah kecamatan yang kekurangan sekolah.

"Kami siap mengawal alokasi anggaran untuk mendirikan sekolah baru di daerah yang masih kekurangan, tinggal disdik mengajukan," ungkapnya.

Dengan pola seperti itu, kata Yayat, ke depan tidak akan ada lagi stigma sekolah unggulan yang berpotensi adanya praktik ilegal untuk memaksakan siswa bisa masuk ke sekolah tertentu.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers