web analytics
  

Pemkot Nilai Tempat Wisata Bandung Belum Layak Dibuka

Selasa, 16 Juni 2020 11:15 WIB Nur Khansa Ranawati

[Ilustrasi] Petugas memberi makan burung di Bandung Zoological Garden, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (24/4/2020). (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Meski sejumlah sektor mulai kembali beraktivitas seiring dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional Kota Bandung, namun sektor Pariwisata belum dapat beroperasi seutuhnya. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menilai tempat-tempat wisata di Kota Bandung masih harus melengkapi diri dengan protokol kesehatan yang sesuai.

Hal tersebut terungkap ketika Yana menyambangi 3 tempat wisata yang kerap ramai dikunjungi warga, yakni Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, Taman Lalu Lintas, dan kolam renang umum Karang Setra, Senin (15/6/2020).

Dia menyebutkan, kesiapan protokol kesehatan tempat-tempat tersebut sejauh ini belum memenuhi syarat.

"Sarananya sebetulnya belum siap meskipun mereka sudah mengetahui prosedur kesehatan seperti apa. Ketiga tempat ini sebenarnya sudah boleh beraktivitas (berdasaran kategori tempat wisata), tapi domain ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Satpol PP," kata Yana.

Dari hasil diskusi disimpulkan bahwa pengelola tempat wisata di Kota Bandung dapat mengajukan surat ke Disbudpar Kota Bandung bila merasa fasilitas dan kecakapan pelayan telah memadai. Selain itu, mereka diminta melakukan simulasi pencegahan penularan Covid-19 di tempat masing-masing.

"Tergantung kesiapan pengelola, kapan mereka bisa melengkapi (prosedur kesehatan). Kalau sudah, bisa buat surat ke Disbudpar," ujarnya.

Beberapa protokol kesehatan yang wajib dipenuhi tersebut antara lain tempat cuci tangan, antrean yang menerapkan physical distancing, sistem pengecekan suhu tubuh pengunjung, dan sebagainya. Fasilitas seperti wahana dan kantin belum boleh dioperasikan.

"Sebaiknya wahana itu jangan dulu dibuka, termasuk kantin. Itu tahap berikutnya. Kalau kolam renang ya yang dibuka kolam nya saja, kebun binatang pun (fasilitas melihat) binatangnya saja dulu. Di taman lalulintas hanya sepeda dan kereta saja, sisanya bertahap," ujarnya.

Bila nanti tempat-tempat tersebut boleh kembali dibuka, Yana mengatakan, kapasitas pengunjung masih tetap berada di batas maksimal 30%. Bila melanggar, operasional akan kembali ditutup.

"Kapasitas 30% dulu selama kita masih di zona kuning. Kalau ada standar yang tidak dilakukan nanti ditutup lagi," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers