web analytics
  

Bupati Bandung Sindir Rekomendasi Dalam PPDB

Senin, 15 Juni 2020 20:01 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Bupati Bandung Sindir Rekomendasi Dalam PPDB, Bupati Bandung Dadang M. Naser,Surat Rekomendasi PPDB,Dadang Supriatna

Bupati Bandung Dadang M Naser (Mildan Abdalloh)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bandung Dadang M Naser menyindir soal rekomendasi pihak tertentu dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Dia menilai, praktik titip-menitip calon siswa menggunakan rekomendasi terjadi karena orang tua yang terlalu memaksakan anak bisa masuk sekolah favorit.

"Jangan mengejar sekolah favorit. Apalagi sampai minta surat rekomendasi," ujar Dadang, Senin (15/6/2020).

Praktik tersebut kata Dadang saat ini sulit untuk dilakukan, mengingat proses PPDB dilakukan secara online. 

Kendati demikian, dia mengingatkan agar panitia PPDB harus berpegang teguh terhadap aturan dan menjalankan tugas sesuai dengan koridor.

"Panitia PPDB harus menjalankan tugasnya sesuai aturan. Yang penting panitia memudahkan agar seluruh calon peserta didik bisa bersekolah," kata dia.

Bahkan Dadang mengatakan, jika ditemukan adanya praktik titip menitip menggunakan surat rekomendasi dari pihak tertentu, siswa titipan jangan sampai diloloskan.

"Harus digugurkan. Apalagi kalau ada uang-uangnya (suap)," tegasnya.

Praktik rekomendasi dalam PPDB sempat viral beberapa hari lalu di SMKN Kota Bandung. Seorang siswa diketahui mendapat rekomendasi dari Anggota DPRD Jawa Barat asal Partai Golkar Dadang Supriatna.

Selain berstatus sebagai anggota DPRD Jawa Barat, Dadang Supriatna juga merupakan kandidat bakal calon Bupati Bandung dari Partai Golkar. Dia menjadi salah satu saingan Nia Kurnia Naser istri Bupati Bandung.

Terkait surat rekomendasi PPDB, Dadang Supriatna mengaku hanya mengabulkan permintaan dari orang tua salah satu konstituennya. Dia juga telah meminta maaf terkait masalah tersebut.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers