web analytics
  

Persib Lebih Setuju Kompetisi Kembali Bergulir Dibandingkan Turnamen Pengganti

Senin, 15 Juni 2020 18:54 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Persib Lebih Setuju Kompetisi Kembali Bergulir Dibandingkan Turnamen Pengganti, Direktur Persib Teddy Tjahjono,PSSI

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Teddy Tjahjono (Eneng Reni)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- PSSI tidak ingin menjadi sasaran tembak dalam menentukan nasib kompetisi 2020. Seperti diketahui, seluruh aktivitas sepak bola di Indonesia sudah terhenti sejak pertengahan Maret akibat pandemi Covid.

Sebelumnya induk organisasi sepak bola Tanah Air itu pun sudah meminta masukan klub mengenai kelanjutan kompetisi musim ini. Masukan tersebut menjadi pembahasan dalam rapat PSSI dan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Berdasarkan rapat tersebut, sempat muncul tiga opsi yang disiapkan PSSI terkait kelanjutan kompetisi. Opsi pertama, kompetisi liga dilanjutkan. Kedua, opsi kompetisi dihentikan dan diganti dengan turnamen. Sedangkan, opsi terakhir adalah memilih kompetisi dihentikan secara total.

Melihat pertimbangan cukup alot dari federasi, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Teddy Tjahjono menilai, digulirkannya kembali kompetisi sedianya menjadi langkah yang tepat ketimbang diganti oleh sebuah turnamen. 

Pasalnya, bos skuat Maung Bandung itu menilai dalam segala aspek, turnamen sangat berbeda dengan kompetisi. Menurutnya, dalam format turnamen, dipastikan ada klub yang pemainnya hanya bermain sedikit lantaran timnya kalah. Padahal di dalam klub bersangkutan sejatinya ada pemain yang tergabung bersama skuat timnas.

"Turnamen sangat berbeda dengan kompetisi. Kalau turnamen, nanti ada klub yang pemainnya cuman tiga kali main, karena klubnya kalah. Padahal dia pemain timnas. Sehingga secara kinerja, match fitness fisik pemain udah pasti gak akan sebagus bermain di kompetisi full, gimana di kompetisi menang-kalah, klub tetap main 34 kali," kata Teddy, Senin (15/6/2020)

Selain itu, Teddy menilai, intensitas pertandingan tiap klub yang berbeda dalam turnamen bisa memengaruhi kinerja, kebugaran, hingga fisik para pemain. Berbeda dengan format kompetisi yang pasti akan diikuti seluruh klub peserta. Dalam Liga 1, tim berlaga dalam 34 kali pertandingan dan cukup berpengaruh pada performa pemain.

"Udah pasti secara match fitness udah terasah selama 90 menit selama 34 kali pertandingan. Itu sangat berbeda bila hanya dilakukan dalam format turnamen. Kalau turnamen ada satu klub kalah dan cuman main tiga kali main, ya udah. Yang lolos hanya 8 klub misal. Dari 8 besar main sekali lagi, begitu kalah gak main lain. Artinya tujuan untuk mencapai kondisi atau match fitness pemain timnas itu tidak akan tercapai," kata Teddy.

Karenanya, lanjut Teddy, sebuah timnas akan baik apabila memiliki sebuah kompetisi yang baik. Namun, tentu saat ini, apabila kompetisi kembali digulirkan di tengah pandemi Covid-19, Federasi maupun klub harus tetap mengutamakan protokol kesehatan yang ketat.

"Suatu timnas akan baik kalau punya kompetisi yang baik. Oleh karena itu kompetisi harus jalan karena agar menghasilkan timnas yang baik. Belum lagi di November nanti AFF dipastikan akan tetap berjalan, artinya timnas kita pun butuh disiapkan. Di 2020 ada Piala Dunia U20 dan kita sebagai tuan rumah. Otomatis timnas kita harus punya prestasi dan kinerja yang baik dan kinerja timnas yang baik ditentukan oleh hasil kompetisi bukan turnamen," ujar Teddy.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers