web analytics
  

Hari Kedua Dibuka, Objek Wisata 'Gratisan' Bandung Masih Jadi Primadona

Minggu, 14 Juni 2020 16:39 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Hari Kedua Dibuka, Objek Wisata 'Gratisan' Bandung Masih Jadi Primadona, Wisata Bandung,Kawah Putih,Wisata di Kabupaten Bandung,Berita Bandung,Bandung Hari Ini,AyoBandung

Wisata perkebunan teh di Kabupaten Bandung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM -- Di hari kedua objek wisata Kabupaten Bandung dibuka, wisatawan masih memilih objek wisata 'gratisan' di kawasan Ciwidey dan Rancabali.

Menurut pantauan Ayobandung.com, Minggu (14/6/2020), kepadatan arus lalu lintas terlihat di akses jalan menuju kawasan wisata selatan Kabupaten bandung. Di beberapa titik jalan Ciwidey, kendaraan terlihat mengantre.

Namun kunjungan wisata ke sejumlah objek wisata yang telah dibuka, masih terlihat sepi.

"Belum optimal, pengunjung masih dibawah kapasitas," ujar Duty Manajer Kawah Putih, M Ari Kurniawan, Minggu (14/6/2020).

Hari pertama buka pada Sabtu (13/6/2020) kunjungan wisatawan ke Kawah Putih hanya 120 orang.

Sementara di hari kedua, kata Ari, hingga pukul 12.00 WIB, tercatat ada 50 mobil dan 50 sepeda motor wisatawan yang datang.

Diperkirakan hanya 250 wisatawan yang mengunjungi objek wisata ikonik di Kabupaten Bandung tersebut.

"Mungkin masih banyak masyarakat belum tahu objek wisata sudah dibuka lagi, jadi masih belum pada masuk," katanya.

Selama masa percobaan, kata Ari, objek wisata hanya diperbolehkan menerima setengah dari kapasitas kunjungan.

Kawah putih, bisa menampung 7.000 orang setiap harinya sehingga saat masa percobaan hanya bisa menerima 3.500 kunjungan.

Walaupun di tempat wisata masih sepi, namun wisatawan yang mendatangi selatan Kabupaten Bandung terpantau sudah banyak.

Kebanyakan mereka memilih berwisata di kebun teh yang banyak terdapat di kawasan Ciwidey dan Rancabali untuk berswafoto.

Bahkan di beberapa titik perkebunan teh, arus lalu lintas terlihat padat karena sebagian bahu jalan digunakan untuk memarkir kendaraan.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers