web analytics
  

Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Berwisata ke Bandung Selatan

Minggu, 14 Juni 2020 16:09 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Berwisata ke Bandung Selatan, Kawah Putih,Glamping Lake Side,Wisata Bandung,Bandung Hari Ini,AyoBandung,Berita Bandung

Objek wisata Kawah Putih, Kabupaten Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM -- Beberapa tempat wisata di Bandung selatan telah diizinkan untuk dibuka sebagai percobaan menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam pandemi Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan menjadi prioritas utama di lokasi objek wisata. Masker, jaga jarak, juga pengecekan suhu tubuh menjadi hal umum yang diterapkan.

Pembatasan kunjungan yang hanya 50% dari kapasitas juga harus dipatuhi oleh pengelola objek wisata.

Dalam protokol kesehatan umum, terdapat juga syarat yang harus dipenuhi oleh pengunjung. Diketahui setiap objek wisata memiliki protokol kesehatan berbeda.

Objek wisata Kawah Putih, misalnya, mengharuskan pengunjung mengisi formulir sebelum membeli tiket.

Formulir tersebut berisi sejumlah informasi mengenai riwayat kesehatan pengunjung, mulai dari kota asal, riwayat perjalanan, sampai penyakit berat yang diidap.

"Ini bagian dari tracking, jika ada yang positif (Covid-19) akan memudahkan gugus tugas melacak interaksi yang dilakukan. Juga akan memudahkan medis dalam melakukan penanganan, misalnya jika penyakit bawaannya kambuh," ujar Duty Menejer Kawah Putih M Ari Kurniawan, Minggu (14/6/2020).

Menurut Ari, pengisian formulir menjadi keharusan bagi wisatawan yang akan mengunjungi kawah putih. Formulir tersebut bisa didapat secara online melalui https://bit.ly/akbkawahputih.

"Sebelum masuk, harus mengisi formulir. Jadi saat membeli tiket, petugas akan melakukan pengecekan melalui nomor identitas pengunjung, bisa nomor SIM atau NIK. Kalau ternyata belum mengisi, maka kami perintahkan untuk mengisinya, baru bisa membeli tiket masuk," katanya.

"Isinya harus online, kalau pakai formulir kertas, kurang aman juga, karena alat tulis bisa menjadi sarana penyebaran virus," ungkap dia.

Selain itu, Ari mengatakan pengisian formulir harus dilakukan pada hari yang sama dengan hari kunjungan, karena sistem akan di-update setiap hari.

"Memang datanya akan tersimpan terus di server, tapi yang dibaca oleh sistem di petugas hanya membaca di hari yang sama," katanya.

Hal berbeda dilakukan di objek wisata Glamping Lake Side, objek wisata yang terkenal akan kapal pinisi tersebut tidak mengharuskan wisatawan mengisi formulir seperti di Kawah Putih.

"Kami tidak harus mengisi formulir ketika masuk. Tapi ada protokol lain yang dilakukan," ujar Endang Suherman, GM Glamping Lake Side.

Di loket tiket masuk, petugas akan melakukan wawancara singkat kepada pengunjung.

"Jika pengunjung berasal dari zona merah atau memiliki riwayat dari zona merah, mereka harus membawa surat keterangan bebas Covid-19," ujarnya.

Apabila tidak mengantongi surat tersebut, maka pihak pengelola tidak akan membiarkan masuk.

"Kami tidak ingin mengambil risiko. Makanya pengetatan dilakukan. Bukan tidak mau dikunjungi, tapi kami ingin memberi keamanan dan kenyamanan kepada wisatawan lain," ujarnya.

Dia berharap wisatawan yang akan mengunjungi Glamping Lake Side dari zona merah atau memiliki riwayat masuk zona merah dalam dua pekan terakhir, bisa memaklumi aturan tersebut.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers