web analytics
  

Gangster India Diberdayakan Buat APD di Penjara

Minggu, 14 Juni 2020 14:06 WIB
Umum - Internasional, Gangster India Diberdayakan Buat APD di Penjara, India,Alat Pelindung Diri (APD),Virus Corona,COVID-19

Ilustrasi pembuatan APD untuk tenaga medis. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

DELHI, AYOBANDUNG.COM -- Para gangster di India yang kini menjalani hukuman dibalik jeruji besi disebutkan tengah sibuk menyelamatkan nyawa-nyawa di tengah pandemi virus corona.

Mereka dilaporkan ikut berpartisipasi membuat perlengkapan alat perlindungan diri (APD).

Menyadur Gulf News, Minggu (14/6/2020), para tahanan di kota Bidar membantu menjahit peralatan perlindungan pribadi untuk para pekerja di garis depan seperti tenaga medis dan petugas polisi.

Sebagian besar narapidana yang secara sukarela membantu pembuatan perlengkapan APD, ditempatkan di penjara Motihari Bihar utara.

Setiap harinya, mereka membuat beragam alat pelindungan seperti masker hingga sarung tangan.

Salah satu gangster yang kini mengabdi, Mohammad Akbar, tampil di garis depan untuk membantu pengerjaan proyek APD ini.

Pria berusia 55 tahun itu dijatuhi hukuman kurungan atas kasus pembunuhan 4 tahun lalu.

"Dia (Akbar) adalah penjahit yang luar biasa, Dia belajar seni menjahit dari sesama tahanan saat dipenjara dan menghabiskan sebagian besar waktunya menjahit kit APD ini. Dia telah mengesankan kita semua dengan pengabdiannya," ujar Bidu Kumar, pengawas penjara Motihari, Jumat (12/6/2020).

Senada, Mohammad Isha, tahanan yang dihukum 10 tahun penjara juga memutuskan untuk menggunakan waktunya membuat perlengkapan APD.

Bersama tahanan lain, Isha menyibukkan diri dengan membuat perlengkapan pelindungan pribadi yang nantinya akan dipakai oleh para petugas polisi.

Setiap harinya, para tahanan membuat sekitar 1.000 masker wajah. Dari total 2.915 tahanan yang ada di penjara Motihari, 800 diantaranya berpartisipasi dalam pembuatan perlengkapan APD.

Sama seperti sejumlah kota di India, Bidar juga mencatatkan adanya kenaikan jumlah infeksi virus corona pada pekan ini.

Data pada Jumat (12/6/2020) menunjukkan jumlah kasus mencapai lebih dari 6.000.

Departemen Kesehatan Bidar mengatakan jumlah kasus dalam 40 hari terakhir naik hingga sepuluh kali lipat, dengan rincian 6.043 infeksi dan 35 kematian.

Berdasarkan laporan dari Worldomters, Minggu (14/6/2020), total jumlah kasus virus corona di India menyentuh angka 321.626 dengan 9.199 kematian.

Jumlah ini menempatkan India dalam peringkat ke-4 negara dengan jumlah infeksi Covid-19 tertinggi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers