web analytics
  

Alasan Ridwan Kamil Tak Ingin Sekolah Segera Dibuka saat Pandemi

Sabtu, 13 Juni 2020 05:48 WIB
Bandung Raya - Bandung, Alasan Ridwan Kamil Tak Ingin Sekolah Segera Dibuka saat Pandemi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Dampak Corona,KBM,Pesantren

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak ingin sekolah segera dibuka saat pandemi corona. Dia tidak mau ada klaster baru Covid-19 dari kegiatan pendidikan.

"Pendidikan belum dibuka karena kita sedang mengukur agar tidak ada masalah, karena di Prancis, Korea Selatan, di Israel terjadi klaster (penyebaran kasus Covid-19) dari dunia pendidikan pada saat lockdown dibuka,” ujar Ridwan Kamil, di Bandung, Jumat (12/6/2020).

Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov Jabar sangat berhati-hati mengkaji pembukaan kembali kegiatan sekolah.

“Ini menjadi pelajaran, kami tidak ingin terburu-buru membuka institusi pendidikan,” katanya dalam silaturahmi bersama pengurus Muhammadiyah Jabar melalui telekonferensi dari Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Ridwan Kamil pun meminta kepada pengurus Muhammadiyah serta lembaga lainnya yang mengelola dunia pendidikan agar berhati-hati dalam proses pembukaan aktivitasnya. Termasuk lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren.

Pondok pesantren diminta mengajukan surat permohonan kepada gugus tugas Covid-19 di kabupaten/kotanya masing-masing apabila ingin membuka aktivitasnya, dengan berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan di lingkungan pendidikannya.

“Termasuk pesantren, jika keluarga besar Muhammadiyah ada pesantren kebijakannya adalah sementara pesantren yang diizinkan hanya yang di zona biru dan zona hijau,” kata Ridwan Kamil.

“Kedua, murid yang dari luar Jawa Barat belum diizinkan dulu karena menjaga keterkendalian warga Jawa Barat yang sudah baik. Kemudian pesantren harus mengajukan surat permohonan pembukaan kegiatan dengan mengajukan bahwa sudah berkomitmen menjaga protokol kesehatan dan lain-lain,” katanya.

Ridwan Kamil menekankan, selama ini koordinasi dan komunikasi antara Gugus Tugas Percepatan Peanggulangan Covid-19 Provinsi Jabar dengan tokoh agama atau ulama berlangsung intens.

Menurutnya, Jabar sedang berikan kemudahan dalam mengendalikan Covid-19 dibanding provinsi lain.

“Tidak lain dan tidak bukan karena kami selalu mendengar masukan ulama, masukan orang-orang yang paham, ilmuan kesehatan, ilmuan ekonomi. Kami sebagai Gubernur nggak pernah mengambil keputusan sendiri tanpa pandangan dari para ahli, para tokoh-tokoh dan lain sebagainya, khususnya para ulama dari Muhammadiyah sendiri,” katanya. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Suara.com
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers