web analytics
  

PSBB Belum Berakhir, Warga Malah Ramai Olahraga di Komplek Pemkab Bandung

Jumat, 12 Juni 2020 18:37 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, PSBB Belum Berakhir, Warga Malah Ramai Olahraga di Komplek Pemkab Bandung, Olahraga,Pemkab Bandung

Ratusan masyarakat Kabupaten Bandung ke Lapangan Upakarti, Komplek perkantoran Pemkab Bandung untuk berolahraga, Jumat (12/6/2020). (Mildan Abdalloh)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan masyarakat Kabupaten Bandung ke Lapangan Upakarti, Komplek perkantoran Pemkab Bandung untuk berolahraga, Jumat (12/6/2020).

Bukan hanya bergerombol, ratusan masyarakat yang berolahraga di Komplek Pemkab Bandung tersebut banyak yang tidak mengenakan APB, seperi masker dan sarung tangan.

Sebagian besar masyarakat yang berolahraga di Lapangan Upakarti adalah anak muda yang datang bersama teman-temannya. Namun tidak sedikit orang tua yang membawa anak di bawah usia 10 tahun.

Salah satunya adalah Rudi Kurniawan (27) warga Citaliktik, Kecamatan Cangkuang tersebut sengaja datang bersama anak dan istrinya untuk berolahraga.

"Sengaja datang ke sini, bawa anak dan istri. Anak kebetulan senang lari-lari di sini, jadi sekalian olahraga juga," tutur Rudi.

Menurutnya selama PSBB keluarganya nyaris tidak keluar rumah, kecuali untuk kebutuhan mendesak. Namun, lama-kelamaan diam di rumah membuatnya jenuh, sehingga sore tadi dia berangkat ke Lapangan Upakarti untuk olahraga.

"Kalau terus-terusan di rumah, badan makin besar. Jadi mending lari," ujarnya.

Karena niatnya ingin lari, Rudi bersama anak dan istrinya tidak mengenakan masker seperti yang diimbau pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19.

"Kalau lari gak nyaman pake masker. Memang awal-awal ada rasa takut, tapi kan Kabupaten Bandung mah bukan zona merah," imbuh apoteker tersebut.

Dani Nurdiana (33) warga lainnya mengaku tidak sengaja datang ke Lapangan Upakarti untuk berolahraga.

"Tadinya hanya ingin jalan-jalan, pas lewat sini ternyata banyak orang, jadi masuk saja, di gerbang juga tadi gak diapa-apain oleh Satpol PP," ujar Dani.

Karena tidak dijaga oleh Satpol PP, Dani mengira jika Lapangan Upakarti sudah dibuka untuk umum.

Warga Banjaran tersebut datang ke Lapangan Upakarti bersama istri dan anaknya yang masih berusia dibawah 5 tahun.

"Khawatir sih ada, makanya ke anak dan istri selalu bilang pakai masker," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers