web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Sejarawan Nina Lubis Wakafkan Buku 'Kehidupan Kaum Menak Priangan'

Jumat, 12 Juni 2020 12:50 WIB Nur Khansa Ranawati

Buku 'Kehidupan Kaum Menak Priangan' karya sejarawan Nina Lubis. (Ist)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sejarawan sekaligus Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Dr Nina Herlina Lubis mewakafkan salah satu bukunya yang banyak diburu, yakni 'Kehidupan Kaum Menak Priangan', Jumat (12/6/2020).

Buku yang diterbitkan pada 1998 tersebut hingga saat ini hanya dicetak sebanyak 2.000 eksemplar dan tidak pernah dicetak ulang. 

Secara umum, buku setebal 411 halaman tersebut mengulas tentang sejarah panjang kaum menak, merujuk pada satu lapiran masyarakat yang kala itu memiliki sejumlah hak istimewa, di tatar Priangan.

Aspek yang dibahas meliputi pola hidup sehari-hari, asal-usul kelahiran kaum tersebut dan pertalian keturunannya.

Nina menyebutkan, selama ini buku yang berasal dari disertasinya tersebut tergolong langka. Di pasaran, saat ini harga satu eksemplarnya mencapai Rp1.000.000-Rp2.000.000.

Padahal, buku tersebut kerap menjadi rujukan wajib para mahasiswa sejarah hingga ilmu politik di berbagai universitas. Nina kemudian berniat mewakafkan bukunya agar lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

"Ternyata buku ini banyak dicari orang, bukan hanya oleh para keturunan kaum menaknya, tetapi juga oleh sejarawan, mahasiswa jurusan sejarah hingga ilmu politik. Teman saya terpaksa beli bekasnya seharga Rp2.500.000," ungkapnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Jumat (12/6/2020). 

"Saya jadi merasa, kok enggak bisa memenuhi kebutuhan orang. Saya juga sudah menikmati banyak dari hasil buku ini, dan di masa tua ingin cari bekal untuk di akhirat," paparnya.

Untuk itu, dengan diwakafkannya buku tersebut dalam bentuk digital berformat PDF, Nina berharap ada lebih banyak masyarakat yang memetik manfaat dari karya penelitiannya.

Terlebih, selain gratis, buku dalam bentuk digital lebih mudah untuk diakses di manapun.

"Tujuannya agar ilmu yang saya miliki diketahui masyarakat seluas-luasnya. Kan kalau baca lewat e-book, dari belahan dunia manapun bisa baca," ungkapnya.

Dia menyebutkan, buku yang dicetak terbatas tersebut juga berada di Library of Congress Washington D.C, Amerika Serikat (AS), perpustakaan ISEAS Cornell Univeristy Itacha, New York, AS, dan di perpustakaan KITLV Leiden Belanda dalam bentuk naskah asli disertasi setebal 560 halaman.

Nina memakan waktu hingga 5 tahun untuk merampungkan disertasinya di Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga menerbitkannya menjadi buku.

"Saya menulisnya selama 5 tahun, dan harus mencari-cari arsip di Belanda selama 2 bulan, juga keliling ke berbagai daerah," ungkapnya.

"Langkanya buku ini juga menunjukan bahwa selama ini sangat sulit mencari referensi sejarah Sunda yang komprehensif," tuturnya.

Berikut tautan buku Nina Lubis 'Kehidupan Kaum Menak Priangan': https://1drv.ms/b/s!AncnYeNoGQTwaUEfIF146V3L5C0

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers