web analytics
  

Peselancar Meninggal Digigit Hiu Sepanjang 3,5 Meter

Jumat, 12 Juni 2020 12:26 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Internasional, Peselancar Meninggal Digigit Hiu Sepanjang 3,5 Meter, Hiu Putih Besar,Berselancar,Laut

[Ilustrasi] Hiu putih besar. (Skeeze/Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Seorang peselancar asal Australia, Rob Pedretti (60), meninggal dunia setelah kakinya digigit hiu putih besar (Carcharodon carcharias).

Pedretti langsung meninggal di dekat tempat kejadian setelah sempat diselamatkan dan dibawa ke pinggir pantai oleh peselancar lain.

Serangan dan gigitan hiu terjadi di Salt Beach, New South Wales, Australia pada 7 Juni 2020 pukul 10.00 waktu setempat.

Laporan dari BBC, kejadian tersebut adalah serangan hiu fatal ketiga di perairan Australia di tahun 2020. Padahal di tahun 2019, tidak ada serangan fatal dari hiu yang mengakibatkan kematian.

Kedua peselancar yang mengetahui Rob Pedretti diserang hiu langsung bertindak dan menyelamatkannya. Mereka meletakkan badan Pedretti di papan selancar kemudian membawanya ke tepi pantai.

Bahkan saksi mata mengungkapkan bahwa hiu putih besar yang diperkirakan sepanjang 3,5 meter sempat mengitari ketiga orang itu sebelum mereka membawa tubuh korban ke tepi pantai.

Meski masih dalam keadaan sadar ketika dibawa ke tepi pantai, namun Pedretti harus meregang nyawa akibat luka-lukanya.

Dikutip dari UNILAD, kepolisian setempat langsung mengerahkan helikopter dan juga kapal kecil untuk memburu hiu putih besar ini.

Pihak berwenang langsung mengizinkan petugas untuk membunuh hiu karena telah membahayakan manusia.

Sebelum polisi mengeluarkan tembakan, hiu putih besar yang diperkirakan sepanjang 3,5 meter itu kemudian berenang ke perairan yang lebih dalam.

Hiu putih besar bisa berenang dengan kecepatan 56 kilometer per jam dan mampu bertahan hidup pada kedalaman 1.200 meter.

Manusia sebenarnya bukan merupakan mangsa utama dari hiu putih besar karena mereka biasanya memilih makhluk lain.

Dikutip dari Wikipedia bersumber pada buku dan riset berjudul "White Shark Attacks: Mistaken Identity", hiu putih besar memang merupakan satu dari empat jenis hiu yang terlibat dalam sejumlah besar serangan fatal kepada manusia.

Melawan kepercayaan umum, hiu putih besar biasanya menyerang manusia karena terdapat gangguan pada indera hiu.

Banyak insiden gigitan terjadi di perairan dengan visibilitas rendah atau situasi lain yang mengganggu indera hiu.

Spesies hiu putih besar lebih menyukai anjing laut, yang gemuk dan kaya protein.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa mereka dapat mengetahui dalam satu gigitan apakah benda atau makhluk tersebut layak untuk digigit lagi atau tidak.

Meski begitu, masih belum jelas mengenai penyebab pasti hiu putih besar ini mengincar peselancar di pantai Australia sehingga membutuhkan penelitian lebih dalam.

Sumber: Hitekno.com
Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Honduras Kena Semprot Turki, Gara-Gara Mendukung Ekspansi Israel

Internasional Jumat, 25 Juni 2021 | 12:50 WIB

Status Yerusalem telah masuk dalam resolusi PBB tentang solusi perdamaian antara Israel dan Palestina. 

Umum - Internasional, Honduras Kena Semprot Turki, Gara-Gara Mendukung Ekspansi Israel, Honduras,Turki,Israel,Palestina,Yerusalem

Siap-siap! Arab Saudi Umumkan Jamaah Haji Tahun Ini

Internasional Jumat, 25 Juni 2021 | 11:44 WIB

Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi akan mengumumkan nama-nama dari 60.000 jamaah yang terpilih menunaikan haji tahun...

Umum - Internasional, Siap-siap! Arab Saudi Umumkan Jamaah Haji Tahun Ini, Jamaah Haji,Jamaah haji 2021,Kuota Jamaah Haji 2021,Pengumuman Kuota Jamaah Haji 2021,Pendaftaran Jamaah Haji 2021

Oxford Uji Klinis Ivermectin Demi Lihat Potensi Obat Covid-19

Internasional Kamis, 24 Juni 2021 | 20:42 WIB

University of Oxford di Inggris menambah Ivermectin ke uji klinis skala besar untuk melihat potensi obat Covid-19 bagi p...

Umum - Internasional, Oxford Uji Klinis Ivermectin Demi Lihat Potensi Obat Covid-19, Ivermectin,obat covid-19,Oxford

Sempat Dihapus, Peneliti Temukan File Genetik Covid-19 di Wuhan

Internasional Kamis, 24 Juni 2021 | 13:41 WIB

Sebelumnya para peneliti masih kesulitan menemukan kisah asal usul SARS-CoV-2, virus corona yang bertanggung jawab atas...

Umum - Internasional, Sempat Dihapus, Peneliti Temukan File Genetik Covid-19 di Wuhan, File Genetik Covid-19,File Genetik Covid-19 Ditemukan,Pengungkapan File Genetik Covid-19,Penemuan File Genetik Covid-19,Kasus  awal COVID-19,Sumber awal COVID-19,Sumber SARS-CoV-2,Asal usul SARS-CoV-2

Varian Baru Covid-19 Kembali Muncul di India, Namanya Delta Plus

Internasional Rabu, 23 Juni 2021 | 14:43 WIB

Otoritas Kesehatan India baru saja menyatakan munculnya varian baru delta di . Kali ini varian baru itu bernama ‘Delta P...

Umum - Internasional, Varian Baru Covid-19 Kembali Muncul di India, Namanya Delta Plus, Bahaya varian Delta Plus,Delta Plus,varian Covid-19 baru,varian Covid-19,COVID-19

Bikin Kaget, Gajah Jebol Dapur Warga dan Makan Sekarung Beras

Internasional Selasa, 22 Juni 2021 | 13:55 WIB

Seekor gajah di Thailand menjebol dinding dapur milik seorang warga hingga hancur untuk mencari makanan yang ada di temp...

Umum - Internasional, Bikin Kaget, Gajah Jebol Dapur Warga dan Makan Sekarung Beras, Gajah Thailand,Gajah masuk dapur,Gajah makan beras,Thailand

WHO: Varian Covid-19 Delta Dominasi Infeksi secara Global

Internasional Sabtu, 19 Juni 2021 | 12:39 WIB

Varian Covid-29 Delta, yang awalnya muncul di India, menjadi varian dominan secara global. Keterangan ini disampaikan WH...

Umum - Internasional, WHO: Varian Covid-19 Delta Dominasi Infeksi secara Global, Varian Covid-19 Delta,Varian Covid-19 Delta WHO,akses vaksin Covid-19,Varian Delta,lonjakan kasus Covid-19,lonjakan tajam infeksi varian Delta,Virus Corona Covid-19 Strain Delta

Israel Bakal Kirim 1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Palestina

Internasional Jumat, 18 Juni 2021 | 22:26 WIB

Israel akan mengirim sedikitnya 1 juta dosis vaksin COVID-19 ke Otoritas Palestina (PA) di bawah kesepakatan berbagi sun...

Umum - Internasional, Israel Bakal Kirim 1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Palestina, Israel,Palestina,Perdana Menteri Israel Naftali Bennett,Vaksin Covid-19
dewanpers