web analytics

New Normal, Organda KBB Ingin Penghasilan Kembali Normal

clockKamis, 11 Juni 2020 20:36 WIB userTri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, New Normal, Organda KBB Ingin Penghasilan Kembali Normal, Organda KBB,New Normal,Angkot di KBB

Angkot di KBB (Tri Junari)

BATUJAJAR, AYOBANDUNG.COM -- Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda), Kabupaten Bandung Barat (KBB) berharap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di KBB tidak diperpanjang dan masuk ke era new normal

Hal ini agar bisa menyelamatkan kehidupan ekonomi para sopir angkutan umum yang sudah babak belur di masa PSBB dengan adanya kebijakan bekerja dan belajar di rumah bagi karyawan serta pelajar. 

"PSBB di KBB akan berakhir Jumat (12/6/2020), kami berharap bisa masuk ke era new normal agar aktivitas pelaku penyedia angkutan umum khususnya di KBB bisa kembali normal lagi seperti dulu," kata Ketua Organda KBB, Asep Dedi Setiawan di Batujajar, Kamis (11/6/2020).

Menurutnya, selama pandemi COVID-19 dan diberlakukan PSBB pendapatan harian yang diperoleh sopir angkutan terjun bebas hingga 80%. 

Banyaknya orang yang beraktivitas di rumah, sekolah libur, pembatasan jam operasional dan jumlah penumpang yang hanya boleh 50%, berdampak kepada minimnya penghasilan para sopir. 

Menyambut new normal ini, diakuinya, di jajaran internal Organda KBB sudah dibahas sebagai persiapan di lapangan. 

Misalnya ketika kapasitas penumpang yang diangkut sudah diperbolehkan 100%, bagaimana tetap bisa menjalankan protokol kesehatan. 

Seperti memakai masker, menyiapkan hand sanitizer, atau melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala ke angkutan umum seperti yang sebelumnya sudah dilakukan. 

"Kami tekankan ke para sopir untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Meski saya yakin belum semua beroperasi karena anak sekolah masih libur di era new normal, padahal potensi mereka bisa menyumbang hingga 40% pemasukkan sopir," terangnya. 

Pria yang akrab disapa Ucok ini mengaku bersyukur, hingga sekarang tidak ada masyarakat transportasi di KBB dari kalangan sopir yang positif COVID-19. 

Itu berkat upaya yang selama ini dilakukan Organda dengan menyemprotkan disinfektan ke angkutan umum untuk mencegah penularan virus. Selain itu sopir dan penumpang juga diwajibkan memakai masker serta menjaga jarak duduk. 

Terpisah, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan KBB, Eman Sulaeman mengaku hingga kini pihaknya belum mendapatkan surat resmi dari Kemenhub terkait aturan bagi angkutan umum di new normal

Oleh sebab itu secara teknis pihaknya belum melakukan sosialisasi soal aturan di new normal kepada 1.429 sopir angkutan umum, 1.467 ojeg pangkalan, dan 718 ojeg online yang terdata di Dishub KBB. 

"Soal aturan bagi angkutan umum (angkot) ataupun ojeg di new normal kami belum pegang. Secepatnya kami akan sampaikan ketika sudah ada, supaya tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat," ucapnya singkat.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Rawan Kecelakaan, Jalan Cimanggu KBB Harus Dipasang Pembatas dan Pener...

Ngamprah Rabu, 28 Juli 2021 | 19:20 WIB

Kecelakaan terjadi tahun 2019, 2020 dan 2021. Dari tiga kejadian itu, 2 meninggal dunia, 1 luka berat.

Bandung Raya - Ngamprah, Rawan Kecelakaan, Jalan Cimanggu KBB Harus Dipasang Pembatas dan Penerangan, rawan kecelakaan,Jalan Cimanggu,KBB,Kabupaten Bandung Barat,korban jiwa

KBB Tak Sanggup Penuhi Target Testing 3.622 per Hari

Ngamprah Rabu, 28 Juli 2021 | 19:05 WIB

Pemerintah Daerah KBB belum sanggup memenuhi target testing harian yang diberi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 3....

Bandung Raya - Ngamprah, KBB Tak Sanggup Penuhi Target Testing 3.622 per Hari, KBB,Kabupaten Bandung Barat,Target Testing,Terpapar Covid-19,Pasien Covid-19

300 Warga Isoman di KBB Dapat Bantuan Sembako

Ngamprah Rabu, 28 Juli 2021 | 18:55 WIB

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian partai terhadap kondisi masyarakat yang saat ini terdampak Covid-19.

Bandung Raya - Ngamprah, 300 Warga Isoman di KBB Dapat Bantuan Sembako, Bantuan Sembako,terdampak Covid-19,Kabupaten Bandung Barat,KBB

Gagal Lewati Tanjakan, Truk Terperosok Jurang dan Sopir Tewas

Ngamprah Rabu, 28 Juli 2021 | 17:50 WIB

Sang sopir atas nama Dedeh (38), warga Kelurahan Cibeber, Kota Cimahi tewas di lokasi.

Bandung Raya - Ngamprah, Gagal Lewati Tanjakan, Truk Terperosok Jurang dan Sopir Tewas, Truk Terperosok,Terperosok Jurang,Sopir Tewas,Kecelakaan

Diperiksa KPK, Hengky Kurniawan Sebut Tak Pernah Dilibatkan Bahas Bans...

Ngamprah Rabu, 28 Juli 2021 | 14:51 WIB

Pelaksana Tugas, Hengky Kurniawan dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kur...

Bandung Raya - Ngamprah, Diperiksa KPK, Hengky Kurniawan Sebut Tak Pernah Dilibatkan Bahas Bansos Covid-19, Hengky Kurniawan,Aa Umbara,Korupsi Aa Umbara,korupsi Pemkab Bandung Barat,Saksi korupsi Pemkab Bandung Barat,kpk

Curhat Pekerja Wisata Lembang Jatuh Bangun Bertahan Hidup

Ngamprah Rabu, 28 Juli 2021 | 12:31 WIB

Para pekerja di sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB), khususnya Lembang, dibuat nelangsa sejak Covid-19 me...

Bandung Raya - Ngamprah, Curhat Pekerja Wisata Lembang Jatuh Bangun Bertahan Hidup, Wisata Lembang,Wisata lembang terpuruk,Objek Wisata Lembang,lembang,PPKM Level 4 Bandung Barat

Hengky Kurniawan Mengaku Tak Dilibatkan di Satgas Covid-19 Selama Jadi...

Ngamprah Rabu, 28 Juli 2021 | 11:17 WIB

Hengky Kurniawan memberikan keterangan mengejutkan usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta...

Bandung Raya - Ngamprah, Hengky Kurniawan Mengaku Tak Dilibatkan di Satgas Covid-19 Selama Jadi Wabup, Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan,Satgas Covid-19 Bandung Barat,Aa Umbara korupsi bansos,Korupsi Aa Umbara,korupsi Pemkab Bandung Barat,Saksi korupsi Pemkab Bandung Barat

Bandung Barat PPKM Level 4, Dua Hajatan Dibubarkan

Ngamprah Rabu, 28 Juli 2021 | 10:34 WIB

Dua rumah Kabupaten Bandung Barat (KBB) nekat menggelar acara hajatan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyara...

Bandung Raya - Ngamprah, Bandung Barat PPKM Level 4, Dua Hajatan Dibubarkan, hajatan dibubarkan,PPKM Level 4 Bandung Barat,resepsi pernikahan dilarang,PPKM Level 4,Aturan PPKM Level 4,Kebijakan PPKM Level 4

artikel terkait

dewanpers
arrow-up