web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Cerita Seorang Mahasiswa Tidak Bisa Mudik Karena PSBB

Kamis, 11 Juni 2020 20:07 WIB Mildan Abdalloh

Mudik (Attia)

CIBIRU, AYOBANDUNG.COM -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga larangan mudik saat ramadan lalu membuat tidak semua orang bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Salah satunya adalah Ahmad Najib Almubarok, mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut harus rela belebaran di kosan karena tidak bisa mudik.

Perkuliahan jarak jauh sebenarnya telah diterapkan sejak awal Pandemi Covid-19, jauh sebelum pemerintah menerapkan PSBB juga larangan mudik. Bahkan pihak kampus telah membolehkan mahasiswanya pulang ke kampung halaman.

"Saat diberlakukan kuliah online, saya tidak mau pulang. Malas di perjalanannya, juga dikira tidak akan selama ini," ujar Najib kepada Ayobandung, Kamis (11/6/2020).

Terlebih beberapa temannya masih tidak pulang ke kampung halaman. Namun satu persatu teman kosan Najib memutuskan pulang, hingga dia tinggal seorang diri.

Saat itu, pemerintah telah menerapkan PSBB. Najib yang tinggal di kosan seorang diri terpaksa mengungsi ke kosan teman organisasinya yang juga tidak pulang.

Sebenarnya, Najib berniat pulang ke kampung halaman di kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Namun, pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik dan PSBB.

"Sempat cari-cari bus, tapi ternyata sudah tidak beroperasi. Kereta juga tidak menjual tiket," katanya.

Dengan terpaksa, Najib harus rela lebaran di kosan. Bersama seorang temannya.

Hari lebaran menjadi lebih sepi dirasa, hanya berdua bersama teman di kosan tanpa kehangatan suasana keluarga tanpa ketupat juga opor ayam.

"Tidak ada salat Ied. Akhirnya pagi-pagi tidur lagi, bangun-bangun siang," ucap mahasiswa semester dua jurusan Ilmu Politik Fakultas FISIP tersebut.

Siang hari, dia hanya bisa menghubungi keluarga di kampung halaman untuk sekedar meminta maaf kepada orang tua dan keluarga.

Beruntung, dua temannya yang asli Bandung datang sore, membawa ketupat dan opor ayam.

"Akhirnya bisa makan enak juga," imbunya.

Kini, sejumlah transportasi massal telah dibuka, Najib berencana akan pulang ke kampung halaman, terlebih hingga saat ini belum ada kepastian mulai kuliah tatap muka.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers