web analytics
  

Mahasiswa UIN Bandung Tuntut Kampus Transparan Soal UKT

Kamis, 11 Juni 2020 15:00 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Mahasiswa UIN Bandung Tuntut Kampus Transparan Soal UKT, UIN Sunan Gunung Jati Bandung,UKT,GunungDjatiMenggugat,Menteri Agama Fachrul Razi

Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung menolak kebijakan kampus tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada semester ganjil 2020-2021 yang harus dibayarkan secara penuh. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Kota Bandung menggelar aksi daring menuntut pihak kampus memberi keringanan biaya semester atau UKT, Kamis (11/6/2020). Hal tersebut dilakukan karena selama perkuliahan dijalankan secara daring, mahasiswa tidak dapat mengakses mayoritas fasilitas kampus.

Salah seorang mahasiswa UIN SGD Bandung Jurusan Jurnalistk 2017, Fakhri, menyebutkan bahwa selama pandemi berlangsung, mahasiswa tidak dapat mengakses mulai dari perpustakaan, internet kampus, hingga layanan kesehatan. Janji yang sempat beredar terkait pemotongan UKT namun batal terealisasi pun disebut menjadi salah satu sumber kekecewaan.

"Sebenarnya membayar UKT itu kewajiban mahasiswa, tapi saat ini hak yang diberikan tidak sebanding dengan yang diminta kampus, dalam hal ini uang UKT," ungkapnya kepada Ayobandung.com.

Pada April lalu, biaya UKT di kampus berstatus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah Kementerian Agama RI sempat dijanjikan untuk dipotong. Namun, Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan permintaan maaf pada Rabu 29 April 2019 karena pemotongan tersebut batal dilaksanakan menyusul pemangkasan anggaran dari Kementerian Keuangan senilai Rp2,6 triliun.

Batalnya pemangkasan UKT berimbas pada kampus UIN SGD Bandung. Fakhri menyebut, mahasiswa kecewa. Kekesalan pun memuncak ketika rektor mengeluarkan Surat Keputusan baru.

"Awalnya UIN ada kebijakan untuk pengurangan UKT 10%, tapi di pengumuman berikutnya enggak jadi (dipotong). Sebenarnya mahasiswa sudah kesal karena merasa dapat harapan palsu, lalu muncullah surat rektor baru," ungkapnya.

Surat yang dimaksud adalah Surat Keputusan Rektor UIN SGD BDG No: B-408/Un.05/I.1/PP.00.9/06/2020 tentang Kalender Akademik Tahun Ajaran 2020/2021. Salah satu poinnya memuat jadwal pembayaran UKT semester ganjil dan jadwal pembayaran UKT bagi mahasiswa yang akan mengikuti KKN.

"Nah mungkin saja, 'surat mendadak' ini yang memantik mahasiswa kampus untuk melakukan aksi secara virtual," katanya.

Dia mengatakan, para mahasiswa melalui akun @GunungDjatiMenggugat melayangkan 7 tuntutan bagi pihak kampus. Selain itu, sebagai mahasiswa, Fakhri berharap agar pihak kampus dapat lebih transparan dalam merumuskan kebijakan UKT di tengah pandemi.

"Harusnya ada ruang terbuka dari pihak birokrasi kampus dan mahasiswa untuk membicarakan keadaan ini. Transparan pada mahasiswa, terlebih bagi mereka yang terdampak keadaan," ungkapnya.

"Sebaiknya kondisi mahasiswa yang dijadikan acuan untuk menentukan kebijakan kampus di tengah pandemi ini," lanjutnya.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers