web analytics
  

Protes Biaya UKT, Tagar #GunungDjatiMenggugat Menggema di Twitter

Kamis, 11 Juni 2020 13:07 WIB Fira Nursyabani

Tagar #GunungDjatiMenggugat menjadi trending topic di Twitter. (Twitter)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Tanda pagar (tagar) #GunungDjatiMenggugat menggema di jejaring sosial Twitter pada Kamis (11/6/2020). Hal tersebut dipicu oleh aksi protes mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung terkait pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

Surat Keputusan (SK) Rektor UIN Sunan Gunung Djati yang diterbitkan pada 8 Juni 2020 menyatakan mahasiswa yang akan menjalani program kuliah kerja nyata (KKN) harus membayar UKT. Pembayaran harus dilakukan pada 22-26 Juni.

Sebelumnya beredar kabar mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati telah mengeluarkan 7 tuntutan terkait SK tersebut. Dalam tuntutan itu, mereka menuntut kompensasi UKT/SPP sebanyak 50&-70% dari UKT/SPP yang telah dibayarkan.

Mereka juga menolak program KKN-DR dan meminta agar UU PT No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dicabut.

Para mahasiswa meminta untuk dilibatkan dalam perumusan kebijakan anggaran kampus, serta menuntut adanya transparansi anggaran

Dari pantauan Ayobandung.com, sampai pukul 13.20 WIB, tagar #GunungDjatiMenggugat sudah dicuitkan 14.400 kali dan masih bertengger di jajaran trending topic Twiter Indonesia.

Warganet ramai-ramai mengunggah poster berjudul 'UINSIDIOUS Kisah Seram Universitas Islam'. Poster itu merupakan plesetan dari poster film horor Insidious.

"SK Rektor yang baru keluar tiba-tiba meminta mahasiswa angkatan 2017 untuk membayar UKT tanggal 22-26 Juni 2020 tidak lupa juga masalah KKN-DR yang tak kunjung usai," tulisan poster tersebut.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers