web analytics
  

Kemendikbud Siapkan Skema SMK 4 Tahun, Ini Alasannya

Kamis, 11 Juni 2020 11:06 WIB
Umum - Pendidikan, Kemendikbud Siapkan Skema SMK 4 Tahun, Ini Alasannya, kurikulum smk,SIPLah Kemendikbud,wikan sakarinto,pendidikan indonesia

Ilustrasi siswa SMK. (Ayobandung.com/Irfan AlFaritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini sedang merancang aturan mengenai SMK empat tahun. 

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, mengatakan, nantinya lulusan SMK empat tahun ini bisa mendapatkan ijazah D-1 atau D-2.

"Akan kita coba inovasi SMK empat tahun, tapi nanti setara D-1 atau D-2. Ini sedang kita upayakan," kata Wikan, Rabu (10/6/2020).

Selain itu, Wikan mengatakan, kurikulum pendidikan vokasi akan dibenahi. Dia ingin membuat pembelajaran yang diterapkan berdasarkan proyek atau project base learning.

Dia menjelaskan, proyek-proyek yang datang dari industri, dunia kerja, atau masyarakat masuk ke dalam kelas.

"Anak-anak harus memecahkan proyek itu dalam beberapa bulan. Hasilnya kembali ke proyek profesional atau ke masyarakat," kata Wikan.

Program lainnya adalah wajib praktik kerja industri (prakerin). Dia menjelaskan, program ini berbeda dengan magang karena ada regulasi usia. Program prakerin ini bisa dijalankan anak SMK untuk mendapatkan pengalaman yang lebih banyak lagi.

Menurutnya, di dalam program ini, softskill akan benar-benar diuji. "Syarat lulus SMK ini tidak hanya menyelesaikan mata pelajaran SMK, tapi juga lulus prakerin yang performance-nya bisa diterima industri," kata Wikan.

Selanjutnya, dia juga akan meminta sekolah vokasi untuk bisa menghargai kompetensi. Adapun yang dimaksud Wikan adalah, sekolah vokasi harus memahami bahwa yang dibutuhkan industri adalah kompetensi.

Wikan mengatakan, meskipun industri membutuhkan kompetensi, mereka sering kali merasa kurang cocok dengan kompetensi lulusan sekolah vokasi. Maka dari itu, di sinilah diperlukan adanya 'pernikahan' antara sekolah vokasi dengan industri dari awal. Mulai dari menyusun kurikulum hingga mengajar bersama dibutuhkan dalam pernikahan ini.

"Jadi kalau nanti lulusan SMK ini kompetensinya baik, gajinya baik, industri puas," kata dia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers