web analytics
  

PPDB Jabar 2020 Jalur Tenaga Kesehatan Mulai Dimanfaatkan

Rabu, 10 Juni 2020 16:31 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Pendidikan, PPDB Jabar 2020 Jalur Tenaga Kesehatan Mulai Dimanfaatkan, PPDB Jabar,Tenaga Kesehatan

Orang tua bersama anaknya berbincang dengan petugas terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan secara online di SMA Negeri 3, Jalan Belitung, Kota Bandung, Senin (8/6/2020). Meski pendaftaran PPDB 2020 dilaksanakan secara daring, masih ada sejumlah orang tua calon siswa yang datang ke sekolah untuk mencari informasi tentang pendaftaran PPDB. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi) (Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Jabar telah menyediakan kuota khusus bagi anak para tenaga kesehatan yang bertugas menanggulangi Covid-19 di Jawa Barat. Kuota tersebut berjumlah maksimal 2% dari total kuota jalur afirmasi yang diterima masing-masing SMA/SMK tujuan.

Beberapa calon peserta didik yang telah memanfaatkan jalur tersebut di antaranya adalah sejumlah siswa di SMP Negeri 2 Kota Bandung. Ketua PPDB SMPN 2 Bandung untuk jalur SMA Asep Rahmat Sumarna menyebutkan, banyak siswanya yang merupakan anak dari tenaga kesehatan di sekolah tersebut.

"Di sini banyak anak yang orang tuanya dokter dan tenaga medis. Jadi sudah ada yang mulai memanfaatkan jalur ini," ungkapnya ketika ditemui di SMPN 2 Bandung, Jalan Sumatera, Rabu (10/6/2020).

Dia mengatakan, hingga saat ini setidaknya sudah ada 5 siswa dari SMPN 2 Bandung yang mendaftar ke SMA lewat jalur tersebut. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah.

"Hari ini juga sudah ada yang akan mengajukan lagi tapi masih mengurus berkas. Jumlah pendaftar jalur ini akan naik jumlahnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua PPDB Jabar tingkat SMA/SMK/SLB Jabar Yessa Sarwedi menyebutkan terdapat beberapa kategori tenaga kesehatan yang dapat mendaftarkan anaknya lewat jalur khusus tersebut. Mereka adalah para dokter, perawat hingga sopir ambulans yang masih atau pernah bertugas mengurus pasien Covid-19.

Hal ini juga berlaku bagi para tenaga kesehatan yang telah meninggal dunia. Seluruh pendaftar jalur ini harus menyertakan surat keterangan dari Dinas Kesehatan kabupten/kota setempat.

"Semuanya tetap harus ada rekomendasi dari dinas kesehatan terkait. Semua persyaratan harus masuk maksimal 12 Juni," ungkap Yessa ketika ditemui di Disdik Jabar, Senin (8/6/2020).

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers