web analytics
  

Pendaftar dan Sekolah Keluhkan Masalah NIK di PPDB Jabar 2020

Rabu, 10 Juni 2020 13:22 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Pendaftar dan Sekolah Keluhkan Masalah NIK di PPDB Jabar 2020, PPDB SMK Jabar,PPDB SMA,PPDB Jabar

Orang tua calon peserta didik mengunjungi SMP 2 Bandung untuk meminta asistensi proses PPDB daring Jawa Barat SMA/SMK 2020. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Memasuki hari ketiga Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK Jabar 2020, sejumlah permasalahan teknis masih dihadapi para pendaftar.

Salah satu yang banyak dikeluhkan adalah ketidaksesuaian data calon peserta didik di laman situs pendaftaran.

Operator PPDB SMP Negeri 2 Bandung, Agus Rendra mengatakan sejauh ini kesesuaian data yang dimiliki Dinas Kepenudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung dengan yang diunggah di laman situs kerap bermasalah.

Misalnya, adanya perbedaan nama atau tempat lahir calon peserta didik.

"DI SMP 2 ini ada yang nama pesertanya salah, ada juga yang tempat lahirnya salah seperti lahir di Cimahi tetapi ditulis di Kota Bandung," ungkapnya ketika ditemui di SMPN 2 Bandung, Jalan Sumatera, Rabu (10/6/2020).

Selain itu, ada pula calon peserta didik yang NIK-nya belum terdaftar di database. Atau, munculnya perubahan biodata secara tiba-tiba ketika NIK dimasukan.

"Ada yang NIK-nya tidak terdata, ada juga kasus ketika mengisi biodata dan memasukan NIK serta nomor KK, tahu-tahu tanggal lahirnya berubah sendiri," ungkap Ketua PPDB untuk SMA di SMPN 2 Bandung, Asep Rahman.

Asep mengatakan, setelah tenggat waktu penyerahan biodata calon peserta didik diperpanjang hingga 12 Juni, pihaknya memberikan asistensi bagi para orang tua murid yang bmebutuhkan bantuan pengisian data. Untuk NIK yang belum terdaftar, dia mengatakan, hal tersebut dapat diganti dengan mengunggah hasil scan KK.

"Setelah diperpanjang sampai tanggal 12, ada perubahan format pendaftaran baru dari juknis (petunjuk teknis) PPDB. NIK yang tidak ditemukan bisa diganti dengan scan KK," ungkapnya.

Dia mengatakan, pihak Disdukcapil Kota Bandung dalam satu hari hanya dapat menghimpun data maksimal hingga 3.000 orang per-hari.

Sehingga, tidak seluruh data pendaftar dapat diverifikasi dalam hari yang sama.

"Ketika kami koordinasi dengan Disdukcapil Bandung, mereka bisa narik data 3.000 orang per-hari. Di luar 3.000 orang itu jadinya harus menunggu (untuk diverifikasi). Ini yang menimbulkan kepanikan," ungkapnya.

Dia mengatakan, permasalahan ketidaksesuaian biodata sebenarnya dapat diperbaiki belakangan dengan koordinasi dengan pihak Disdukcapil setempat.

Namun, karena pendaftaran banyak dilakukan secara mandiri tanpa asistensi, maka rasa panik orang tua calon peserta didik menjadi tak terbendung.

"Sebenarnya bisa saja (diperbaiki belakangan), tapi yang namanya orang tua pasti was-was. Takut karena datanya tidak sesuai jadi dikira melakukan manipulasi," ungkapnya. 

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Sudah 2 Hari, Penampungan Ban Bekas Tak Kunjung Padam

Regional Rabu, 21 April 2021 | 14:27 WIB

Bermodalkan 26 unit mobil pemadam kebakaran, petugas damkar masih terus melakukan upaya pemadaman.

Umum - Regional, Sudah 2 Hari, Penampungan Ban Bekas Tak Kunjung Padam, Kebakaran  Penampungan Ban Bekas,penampungan ban bekas terbakar,penampungan ban bekas Bogor,penampungan ban bekas,kebakaran penampungan ban bekas Bogor

Sahur On The Road di Jabar Dilarang!

Regional Rabu, 21 April 2021 | 13:54 WIB

Dirlantas Polda Jabar tidak mengizinkan kegiatan sahur on the road di tahun ini karena situasi pandemi yang masih berlan...

Umum - Regional, Sahur On The Road di Jabar Dilarang!, Sahur on the road,Sahur on the road dilarang,Sahur on the road Jabar dilarang,Polda Jabar

7 Titik Lokasi Penyekatan Kendaraan Mudik di Bogor

Regional Rabu, 21 April 2021 | 13:23 WIB

Rencananya penyekatan jalan akan dimulai pada 6 hingga 17 Mei 2021 nanti, bertepatan dengan diberlakukan kebijakan laran...

Umum - Regional, 7 Titik Lokasi Penyekatan Kendaraan Mudik di Bogor, titik penyekatan mudik Bogor,titik penyekatan Bogor,penyekatan Bogor,Larangan Mudik Lebaran 2021,Bogor

Nasib Malang Nakes RS Lapangan Usai Dinonaktifkan

Regional Rabu, 21 April 2021 | 13:02 WIB

Sebanyak 222 pegawai Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kota Bogor pun mesti gigit jari.

Umum - Regional, Nasib Malang Nakes RS Lapangan Usai Dinonaktifkan, Nakes,RS Lapangan,Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kota Bogor,Nakes Dinonaktifkan

Muncikari Pijat Plus-plus di Cirebon Terancam Denda Rp1 Miliar

Regional Rabu, 21 April 2021 | 11:50 WIB

Mucikari prostitusi daring berkedok pijat plus-plus di Kabupaten Cirebon terancam denda maksimal Rp1 miliar.

Umum - Regional, Muncikari Pijat Plus-plus di Cirebon Terancam Denda Rp1 Miliar, mucikari pijat plus plus,mucikari pijat plus plus cirebon,mucikari prostitusi cirebon,prostitusi cirebon

Unik dan Bikin Kaget, Begini Cara Pemuda Tasik Bangunkan Warga Sahur

Regional Rabu, 21 April 2021 | 11:45 WIB

Mereka juga membawa alat musik tradisional berupa angklung, kohkol (kentungan), dan drum plastik sebagai musik pengiring...

Umum - Regional, Unik dan Bikin Kaget, Begini Cara Pemuda Tasik Bangunkan Warga Sahur, membangunkan sahur,cara unik bangunkan sahur,pakaian hazmat,APD,Tasikmalaya

Awasi Prokes, 7 Titik di Kota Bogor Bakal Dijaga Pasukan Polwan

Regional Rabu, 21 April 2021 | 11:07 WIB

Sebanyak 41 anggota Polisi Wanita (Polwan) Polresta Bogor Kota akan mengawasi penerapan protokol kesehatan di sejumlah t...

Umum - Regional, Awasi Prokes, 7 Titik di Kota Bogor Bakal Dijaga Pasukan Polwan, Ngabuburit di bogor,Polwan Kota Bogor,Prokes Bogor,Ngabuburit di Kota Bogor,polres bogor kota

Pemkot Depok Akhirnya Buka Kembali Pelayanan Kesehatan Gigi

Regional Rabu, 21 April 2021 | 10:31 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah memperbolehkan pelayanan kesehatan gigi di puskesmas maupun klinik. Untuk itu, Unit...

Umum - Regional, Pemkot Depok Akhirnya Buka Kembali Pelayanan Kesehatan Gigi , Kesehatan gigi,pelayanan kesehatan gigi Depok,Pemkot Depok,Puskesmas Depok,Klinik gigi depok

artikel terkait

dewanpers