web analytics
  

Surplus Produksi APD, Indonesia Siap Lakukan Ekspor

Rabu, 10 Juni 2020 06:24 WIB Khoirur Rozi
Umum - Nasional, Surplus Produksi APD, Indonesia Siap Lakukan Ekspor, Alat Pelindung Diri (APD),Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita,Masker Bedah,Masker Kain,Ekspor

Pembuatan APD di Kota Bandung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, produksi alat pelindung diri (APD) mengalami surplus hingga Desember 2020. Bahkan dia menyebut APD produksi dalam negeri bisa membantu kebutuhan luar negeri.

“Gerak cepat yang dilakukan oleh industri tekstil dalam negeri, baik yang skala besar maupun rumahan, membuat banjir produksi APD seperti masker medis, sehingga perlu dicarikan solusi untuk pemasaran,” kata Agus dalam dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Kesehatan, terjadi surplus produksi sampai Desember 2020 sebanyak 1,96 miliar masker bedah, 377,7 juta masker kain, 13,2 juta pakaian bedah (gown/surgical gown), dan 356,6 juta pakaian pelindung medis (coverall).

APD yang diproduksi industri lokal sudah mampu memenuhi persyaratan medis menurut standar WHO.

Bahkan, beberapa produk dalam negeri itu juga telah lulus uji ISO 16604 standar level tertinggi WHO (premium grade) yang dilakukan di lembaga uji di Amerika Serikat dan Taiwan, sehingga dapat aman digunakan oleh tenaga medis di seluruh dunia.

Tiga produk baju APD berbahan baku dalam negeri dan diproduksi oleh industri nasional yang sudah mencapai standar internasional yaitu baju APD dari PT Sritex, PT SUM, dan Leading Garmen serta PT APF dan Busana Apparel.

Semuanya telah lolos uji standar ISO 16604 Class 2, bahkan lebih tinggi.

“Jadi, oversupply ini perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan yang tepat agar potensi ekspor yang sangat besar ini bisa dimanfaatkan," jelas Agus.

"Kebutuhan dunia yang semakin meningkat dapat menjadi trigger agar industri dalam negeri dapat bertahan, sekaligus tetap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah akan mendorong ekspor APD dengan melakukan revisi Peraturan Menteri Perdagangan terkait larangan ekspor untuk merelaksasi ekspor APD dan masker.

Wacana ini tentunya dengan mempertimbangkan terlebih dahulu pemenuhan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri. Langkah ini sudah disepakati bersama oleh Menperin, Mendag, dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

“Banyak negara di dunia yang kini masih membutuhkan masker dan APD. Misalnya, Amerika Serikat dan Korea Selatan,” ujarnya.

Ekspor APD dan masker oleh produsen lokal sebenarnya bukan hal baru. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia sempat melakukan ekspor APD senilai 257.000 dolar AS pada April 2020.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers