web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Sejarah Bangunan SMAN 3 dan 5 Kota Bandung, Sekolah Para Ningrat

Rabu, 10 Juni 2020 11:10 WIB Fira Nursyabani

SMA Negeri 3 dan 5 Kota Bandung. (Dok. Disparbud Jabar)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Siapa yang tak tahu SMA Negeri 3 dan 5 Kota Bandung? Sekolah yang terletak di Jalan Belitung, Kecamatan Sumur Bandung, ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan yang banyak diminati pelajar.

Dikutip dari laman resmi SMAN 3 Bandung, sekolah ini ternyata sudah dibangun sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda untuk kalangan ningrat. Gedungnya berfungsi sebagai gedung Hoogere Burgerschool te Bandoeng (HBS) dengan masa studi 5 tahun.

Menurut ulasan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat (Jabar), gedung SMAN 3 dan 5 dibangun pada 1916 di lahan seluas 14.240 meter persegi. Arsiteknya tak lain adalah C.P Wolff Schoemaker, yang sudah banyak mendesain gedung-gedung bersejarah di wilayah Bandung.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX tercatat pernah menuntut ilmu di sekolah ini. Fungsi gedung pun sama sejak dulu, yakni untuk pendidikan.

Setelah dijadikan gedung HBS pada 1916-1942, bangunan ini digunakan oleh sekolah Voortgezer Hoger Onderwys (VHO) yang dipimpin oleh Buchresen pada 1947-1952. Pada pagi hari, gedung digunakan oleh siswa Belanda dan pada siang harinya gedung digunakan oleh siswa Indonesia.

Namun pada masa penjajahan Jepang (1942-1945), gedung ini sempat digunakan sebagai Markas Tentara Jepang (Kompetai). Saat itu Jepang hendak berperang melawan tentara sekutu.

Pada 1950, VHO berbahasa Indonesia menjadi SMA Negeri I B/C dan VHO berbahasa Belanda menjadi SMA Negeri 2 B/C. Pada saat itu di Bandung ada 3 SMA Negeri, yaitu SMAN 1 B/C dan SMAN 2 B/C di Jalan Belitung, serta SMAN 3 A/B.

SMAN 3 A/B merupakan eks SMA Parki yang kelak menjadi SMA Negeri 1 Bandung dan SMA Negeri 4 Bandung.

Pada 1956 terjadi perubahan nomenklatur sekolah sampai akhirnya ada 6 SMA Negeri di Kota Bandung.

Pada 1966, eks SMA Parki yakni SMA Negeri 1 kemudian ditempatkan di Jalan Ir. H. Juanda dan SMA Negeri 4 ditempatkan di Jalan Gardujati No.20 (menempati bekas SD Chung Hwi).

Kedua sekolah ini awalnya masih menumpang di lokasi SMP Negeri 2 Bandung dan SMP Negeri 5 Bandung Jalan Sumatera/Jalan Jawa.

Sementara itu, SMA Negeri 2 ditempatkan di Jalan Cihampelas dan SMA Negeri 6 ditempatkan di Jalan Pasir Kaliki. Keduanya sebelumnya menempati gedung di Jalan Belitung.

Sampai saat ini, bangunan di Jalan Belitung hanya ditempati oleh SMA Negeri 3 bersama SMA Negeri 5.

Gedung SMA Negeri 3 dan 5 juga terletak berdampingan dengan kolam renang masa Hindia Belanda, yakni Tirtamerta/Pemandian Centrum (1920). Gedung ini biasa dijadikan sebagai bahan kajian arsitektur Eropa.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers