web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pasar Tradisional Rawan Jadi Klaster Covid-19

Selasa, 9 Juni 2020 23:10 WIB Tri Junari

Pasar Tradisional (Irfan Al-Faritsi)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna melakukan peninjauan kegiatan Rapid Test di Pusat Perbelanjaan Yogya Supermarket Cimahi, Jl. Amir Mahmud Kota Cimahi, Selasa (9/6/2020).

Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat menurunkan mobil yang didalamnya terdapat perlengkapan Swab Test, Mobill ini disiapkan apabila ada hasil rapid test yang reaktif dapat langsung dilakukan Swab Test.

Emil mengatakan, hasil kajian tim gugus tugas, wilayah yang harus diwaspadai ialah zona perdagangan seperti mall dan pasar tradisional

Ada 700 pasar di Jawa Barat yang akan didatangi mobil Gugus Tugas Covid-19 Jabar, karena ada 500 pasar tradisional milik pemerintah dan 200 dikelola oleh swasta.

Berdasarkan hasil kajian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar pusat-pusat perbelanjaan mesti diwaspadai, termasuk pasar tradisional

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar pun akan memfokuskan pengetesan masif di pasar-pasar tradisional guna menekan potensi sebaran COVID-19.

Sejauh ini, rapid test di Kota Cimahi belum ditemukan kasus positif terkonfirmasi dari hasil sampel yang diambil di pusat perbelanjaan modern. Tapi, hasil positif ditemukan di pasar-pasar tradisional.

"Laporan dari pak Wali kota Cimahi, kegiatan di lokasi perbelanjaan seperti Yogya ini cenderung aman, tidak banyak kasus positif, tapi berbeda dengan pasar tradisional. Itu kenapa kita fokus ke pasar tradisional," ucapnya. 

Selain itu, salah satu RT di Kota Cimahi sudah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) karena seorang warganya positif COVID-19. Sekitar 177 warga di RT tersebut dites swab dan menjalani isolasi mandiri. Mereka berpotensi terpapar virus SARS-CoV-2 karena pernah berkontak dengan pasien positif COVID-19.

"Di Cimahi juga ada satu RT jumlah warganya 177 sudah dites. Hasilnya, yang positif, hanya dua orang yaitu di kelurahan Karangmekar. Jadi, warga tidak usah khawatir, tapi sesuai prosedur lingkungannya harus dikarantina mikro," katanya. 

Di tempat sama, Wali Kota Cimahi mengucapkan terima kasih kepada Gugus Tugas Provinsi Jabar dan Kota Cimahi yang telah melakukan Rapid Test di Wilayah Kota Cimahi. Ajay berharap tidak ada kasus baru lagi di Kota Cimahi. 

“ Kita lakukan Rapid Test di beberapa titik kerumunan di Kota Cimahi untuk tracing apabila ada yang reaktif dapat kita tindak lanjuti dengan melakukan Swab Test,” tutur Ajay.

Ajay pun meminta kepada masyarakat Kota Cimahi untuk tidak panik tetapi harus terus waspada, dan selalu mengikuti protokol kesehatan. 

“New Normal bukan berarti kita lepas dari pandemi ini, harus tetap PHBS diterapkan, seperti Kang Emil katakan  tadi ada tiga rumus untuk pencegahan Covid-19, yaitu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” ujar Ajay.

Setelah PSBB berakhir sebagai syarat  pusat perbelanjaan baik modern  maupun tradisional di Kota Cimahi agar dapat tetap beroperasi harus menerapkan protokol kesehatan.

“Kita akan tetap menindak tegas pusat perbelanjaan yang melanggar aturan potokol kesehatan yang telah ditetapkan,” tambah Ajay.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers