web analytics
  

PPDB Online Ribet, Bikin Operator SMP Kerja Ekstra

Selasa, 9 Juni 2020 21:41 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, PPDB Online Ribet, Bikin Operator SMP Kerja Ekstra, PPDB Online,PPDB Bandung Barat,PPDB KBB,PPDB SMA

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) (Ayobandung.com)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM -- Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online menjadikan panitia di SMP kerja ekstra. Mereka harus menerima peserta didik baru sekaligus melakukan pendaftaran lulusan yang akan mendaftar jenjang SMA.

Kepala SMPN 2 Padalarang Jaka Supriatna mengungkapkan, sekitar 95 persen orangtua siswa yang anaknya melanjutkan ke tingkat SMA sederajat menyerahkan pendaftaran online kepada panitia PPDB SMP.

“Kerjaan kita jadi dua kali lipat. Ya, menerima PPDB dari tingkat SD. Juga membantu mendaftarkan lulusan kita yang mau masuk ke SMA,” kata Jaka saat ditemui di SMPN 2 Padalarang, Jalan Purabaya, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (9/6/2020).

Kerja ekstra dirasakan para operator panitia penerimaan SMP yang terpaksa merangkap kerja sebagai operator pendaftaran SMA.

Banyaknya orang tua siswa yang menitipkan pendaftaran online SMA kepada sekolah asal lantaran tidak semua memahami teknis pendaftaran online.

"Orang tua rata-rata mengeluhkan ribetnya PPDB secara online, ditambah masih terbatasnya perangkat komputer untuk mengkases data," katanya.

Jaka menerangkan, banyaknya berkas persyaratan yang harus di upload orang tua menjadi kendala tersendiri. Salah satu persyaratan untuk PPDB harus melampirkan nilai raport mulai semester 1 hingga semester 5.

"Belum lagi data yang diambil dari jalur khusus seperti afirmasi, prestasi dan perpindahan yang harus dibuktikan secara fisik. Begitu juga dengan jalur umum, yang harus mencari titik koordinat, jadi kerjaan operator. Lampirannya yang harus diupload begitu banyak. Dan itu dilakukan oleh tenaga operator kita,” keluhnya.

Ironisnya lagi, kata Jaka, meski kerja ekstra dilakukan operator mereka tidak mendapat honor khusus. Pihak sekolah tidak memiliki anggaran honorarium bagi mereka sebagai tenaga bantuan dalam proses PPDB lulusan sekolahnya.

“Kasihan anak-anak operator yang sudah input data sejak tanggal 8 kemarin. Apalagi dana BOS belum turun,” keluhnya.

Senada dengan itu, Kepala SMPN 3 Gununghalu Jaja mengungkapkan, selain beban kerja bertambah, pihak sekolah terkendala dengan sulitnya jaringan internet. SMPN 3 Gununghalu berada di daerah yang jaringan internetnya lemot karena signal kurang kuat.

Ia juga mengapresiasi operator yang bekerja keras memberikan bantuan bagi siswa lulusan sekolahnya, untuk menginput dan mengupload data pendaftaran PPDB. Padahal mereka hanya sebagai tenaga honorarium di sekolahnya.

“Operator jadi terbebani, tapi reward nggak ada,” ungkapnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers