web analytics
  

Survei Tunjukkan Masyarakat Lebih Takut Kelaparan Dibanding Corona

Selasa, 9 Juni 2020 14:39 WIB
Umum - Nasional, Survei Tunjukkan Masyarakat Lebih Takut Kelaparan Dibanding Corona, Corona,Kelaparan,survey corona,Pandemi Covid-19,Kemiskinan

Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Hasil survei menyebutkan sebagian besar masyarakat lebih takut kelaparan dibandingkan takut tertular virus corona. Survei ini dilakukan Voxpopuli Research Center.

"Sebagian masyarakat memang masih mengkhawatirkan tertular Covid-19 (25,3%), tetapi lebih banyak yang merasa khawatir tidak dapat bekerja dan menerima penghasilan atau takut kelaparan (67,4%)," kata Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center Dika Moehamad dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Sementara sekitar 7,3% tidak tahu atau tidak menjawab. Pemerintah telah memutuskan untuk memulai kehidupan normal baru di tengah masih tingginya kurva penyebaran Covid-19. Pro dan kontra mengemuka, apakah sebaiknya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilanjutkan atau diakhiri.

"Namun, mayoritas publik menyetujui diberlakukan normal baru dalam upaya menangani pandemik Covid-19," ungkap Dika.

Temuan survei Voxpopuli menunjukkan sebanyak 78,1% responden menginginkan pemberlakuan normal baru.Hanya sebagian kecil atau 16,5% yang tidak setuju, dan sisanya 5,4% tidak tahu atau tidak menjawab.

Menurut Dika, dikotomi antara persoalan kesehatan atau ekonomi yang harus diutamakan harus dipecahkan oleh para pembuat kebijakan. Setelah hampir tiga bulan terdampak Covid-19, publik menginginkan aktivitas ekonomi segera dibuka kembali.

Situasi normal baru memang membolehkan masyarakat untuk kembali beraktivitas, tetapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya penggunaan masker, tetap melakukan jaga jarak (physical distancing), hingga cuci tangan atau memakai penyanitasi tangan (hand sanitizer).

"Secara mutlak masyarakat bersedia memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan untuk mencegah penularan Covid-19 (84,3%), hanya sebagian kecil yang tidak bersedia (13,6%). Sisanya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab (2,1%)," ucapnya.

Survei dilakukan pada 26 Mei hingga 1 Juni 2020, melalui telepon kepada 1.200 responden yang diambil secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers