web analytics
  

Protes Aksi Pembelot, Korut Putus Sambungan Telepon dengan Korsel

Selasa, 9 Juni 2020 11:48 WIB
Umum - Internasional, Protes Aksi Pembelot, Korut Putus Sambungan Telepon dengan Korsel, Korea Selatan,Korea Utara,Pemimpin Korut, Kim Jong-un

Ilustrasi bendera Korea Utara dan Korea Selatan. (Pixabay)

PYONGYANG, AYOBANDUNG.COM -- Korea Utara (Korut) akan memutus semua sambungan telepon dengan Korea Selatan (Korsel) sebagai tindakan awal untuk menganggap Korsel sebagai 'musuh'.

Menyadur BBC News pada Selasa (9/6/2020), Korea Utara mengatakan akan memutuskan semua jalur komunikasi dengan Korea Selatan, termasuk hotline antara para pemimpin kedua negara.

Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korut Kim Jong Un, pekan lalu mengancam akan memutus sambungan telepon jika kelompok pembelot yang berada Korsel masih mengirimkan selebaran ke Korut.

Dia mengatakan kampanye selebaran tersebut merupakan tindakan yang melanggar perjanjian damai yang dibuat pada KTT Panmunjom 2018 antara Presiden Korsel Moon Jae-in dan Kim Jong Un.

Para pembelot Korut kadang-kadang mengirim selebaran lewat balon-balon yang diterbangkan. Selebaran tersebut berisi kritikan terhadap pemerintah komunis di Korut.

Sambungan telepon harian yang telah dilakukan oleh kantor penghubung yang terletak di kota perbatasan Korea Utara, Kaesong, akan dihentikan mulai Selasa (9/6/2020). Kantor tersebut didirikan pada 2018 untuk mengurangi ketegangan kedua negara setelah melakukan dialog.

"(Korut) akan benar-benar memutuskan dan menutup jalur penghubung antara pihak berwenang Korut dan Korsel, sesuai perintah kantor penghubung bersama Utara-Selatan ... mulai pukul 12:00 pada 9 Juni 2020," tulis Kantor Pusat Berita Korea.

Kedua negara tersebut melakukan dua panggilan telepon setiap harinya yakni pada pukul 09.00 dan 17.00 waktu setempat. Pada Senin (8/6/2020), Korsel mengatakan untuk pertama kalinya dalam 21 bulan, panggilan mereka tidak dijawab.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers