web analytics
  

BI Jabar Perkuat Kampung Inflasi Bandung Lewat Urban Farming

Selasa, 9 Juni 2020 11:23 WIB Fira Nursyabani
Umum - Regional, BI Jabar Perkuat Kampung Inflasi Bandung Lewat Urban Farming, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat,Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto,Wali Kota Bandung Oded M. Danial,Kampung Inflasi

Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto. (dok. BI Jabar)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 telah berdampak pada perekonomian Jawa Barat (Jabar), termasuk Kota Bandung. Dari sisi inflasi, Jabar pada Mei 2020 mencatat deflasi sebesar 0, 1 1 % (mtm), atau 2,93% (yoy).

Sementara Kota Bandung mencatat deflasi sebesar O, 25% (mtm), atau 2,50 0/0 (yoy).

Walaupun tercatat deflasi, namun persoalan inflasi perlu disikapi dengan langkah-langkah yang berkelanjutan. Dengan demikian, daya beli masyarakat yang turun sebagai dampak dari pandemi dapat diimbangi dengan ketersediaan pangan yang memadai.

Sejalan dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi melalui strategi yang berkesinambungan dan tersinergi dengan baik, serta sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia (BI) Jabar bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat program Kampung Inflasi dalam bentuk urban farming.

Program itu berbentuk pemanfaatan lahan terbatas di kota Bandung, khususnya daerah perkotaan untuk pertanian konvensional yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif hijau sehingga dapat memberikan manfaat ekonomis kepada masyarakat.

"Konsep urban farming yang kami kontribusikan untuk dikembangkan adalah konsep ekosistem terpadu antara sistem budidaya ikan air tawar dengan konsep aquaponic sederhana yaitu Budi Daya Ikan dalam Ember (BUDIKDAMBER) berupa ikan lele yang terintegrasi dengan sistem produksi sayuran yaitu kangkung," ujar Kepala Perwakilan BI Jabar Herawanto, dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com, Selasa (9/6/2020).

Selain masyarakat dapat memenuhi kebutuhan protein dan nabati secara mandiri, kata dia, dalam skala yang lebih besar, aktivitas urban farming ini dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan guna menopang konsumsi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini tentunya juga sejalan dengan upaya Pemkot Bandung menciptakan kemandirian keluarga dalam kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya pada penerapan tatanan New Normal.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kondisi daya beli masyarakat yang masih tertahan, pada Selasa (9/6/2020), BI Jabar memberikan bantuan berupa 500 paket sembako untuk mendukung program jaring pengaman sosial yang dilakukan Pemkot Bandung.

Untuk mendukung geliat perekonomian di tengah penerapan protokol kesehatan di era new normal, BI Jabar juga menyampaikan bantuan berupa 500 paket Alat Pelindung Diri (APD).

Dengan adanya bantuan APD ini, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat dapat tetap bergerak tanpa mengabaikan protokol kesehatan guna pencegahan penularan Covid-19.

Penyerahan bantuan dilakukan di Pendopo Wali Kota Bandung, dan diterima langsung oleh Wali Kota Bandung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial.

"Melalui penguatan Kampunq Inflasi dalam kerangka program urban farming, dan pemberian paket bantuan sosial Bank Indonesia ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mempercepat pemulihan ekonomi yang tedampak Covid-19," jelas Herawanto.

"Sejalan dengan upaya kita bersama untuk terus mengendalikan virus Covid-19 namun dengan tetap menumbuhkan perekonomian masyarakat. " Kill the virus, but not the economy"," tambah dia.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers