web analytics
  

Disdik Kabupaten Bandung Pastikan Ketersediaan Kuota PPDB untuk Semua Siswa

Senin, 8 Juni 2020 16:18 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Bandung, Disdik Kabupaten Bandung Pastikan Ketersediaan Kuota PPDB untuk Semua Siswa, PPDB Kabupaten Bandung,Disdik Kabupaten Bandung

Calon Siswa Didampingi Orang Tua Mengikuti Hari Pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Di SMA Negeri 8 Bandung, Jalan Selontongan, Kota Bandung, Senin (17/6/2019). (Kavin Faza/Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung memastikan ketersediaan kelas bagi calon siswa dalam PPDB tahun ajaran 2020/2021.

Kepala Disdik Kabupaten Bandung Juhana mengatakan, jika menghitung output siswa SD dengan ketersediaan SMP, seluruh calon siswa akan tertampung oleh semua sekolah yang ada.

"Antara out put (lulusan SD) dengan daya tampung sekolah, semuanya bisa tertampung," tutur Juhana, Senin (8/6/2020).

Dia mengakui, ada beberapa zona yang antara jumlah siswa lulusan SD melebihi daya tampung SMP. Seperti zona 1 (Baleendah, Bojongsoang, Pameungpeuk, Dayeuhkolot) output di zona ini adalah 10.020 siswa, sementara daya tampung hanya 9.684 siswa.

Begitu juga dengan zona 7 (Solokanjeruk, Paseh, Ibun dan Majalaya) yang daya tampung SMP-nya hanya 9.000 siswa, sementara output siswa mencapai 9.329 siswa.

Namun, 6 zona lain masih terdapat selisih daya tampung yang lebih banyak. Hal itu bisa digunakan oleh calon siswa dari zona yang kekurangan daya tampung.

"Nah, yang output-nya lebih besar dibanding daya tampung, bisa ikut di zona lain dengan mengikuti jalur prestasi," katanya.

Dengan demikian, kata Juhana, seharusnya tidak ada alasan bagi warga Kabupaten Bandung tidak menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi.

Juhana melanjutkan, untuk PPDB tahun ini ada 4 jalur yang dibuka. Keempat jalur itu, yakni jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.

Untuk zonasi memiliki kuota 50%, prestasi 30%, afirmasi 15% dan Perpindahan orang tua 5%.

Dalam jalur afirmasi, direncakan disisipkan kuota bagi siswa dari orang tua tenaga medis yang menangani Covid-19.

Selain itu, akan dibentuk tim pengawas terdiri atas kalangan pendidikan, kepolisian, saber pungli, media massa, hingga masyarakat umum.

"Tim ini juga bertugas menyalurkan calon siswa ke sekolah yang masih tersedia kuotanya. Sehingga semua siswa lulusan SD di Kabupaten Bandung bisa melanjukan pendidikan," katanya.

Selain itu, pihaknya memerintahkan guru SD melakukan pemantauan siswa yang melanjutkan ke SMP. Jika diketahui ada siswa yang tidak melanjutkan, guru akan mendatangi rumah murid dan melakukan meminta agar orang tua meneruskan pendidikan anaknya.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers