web analytics
  

Jika Puasa Qada Ramadan Ditunda, Bagaimana Hukumnya?

Senin, 8 Juni 2020 14:36 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Ramadhan, Jika Puasa Qada Ramadan Ditunda, Bagaimana Hukumnya?, Puasa Qada,Ramadan

[Ilustrasi] Puasa Ramadan. (Kavin Faza/Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Berakhirnya Ramadan beberapa waktu lalu kerap dimanfaatkan umat Muslim untuk berpuasa Syawal atau mengganti (qada) utang puasa Ramadan. Namun, masih banyak pertanyaan seputar hukum mengqada puasa Ramadan.

Lalu bagaimana hukumnya jika utang puasa Ramadan sebelumnya belum diqada? Apakah boleh diganti dengan membayar fidyah saja?

Muhammad Ajib dalam ceramah virtualnya bertajuk 'Bagaimana Hukumnya Orang Yang Mengakhirkan Qada Puasa Ramadan?' melalui situs Rumah Fiqih menjelaskan, hukum mengqada puasa Ramadan dapat dikaji dari alasan seseorang menunda mengqada puasanya.

Dia menjelaskan, jika seseorang menunda mengqada puasanya karena uzur, seperti sakit atau melakukan perjalanan yang sangat jauh sehingga tidak memungkinkan melakukan puasa, maka orang tersebut hanya perlu mengqada utang puasanya di Ramadan sebelumnya dan diakumulasikan dengan utang puasanya di Ramadan saat ini, jika ada. 

Dia menjelaskan, menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu, jika ada orang yang menunda wada puasa Ramadan karena ada uzur (sakit atau perjalanan yang lama) maka tidak apa-apa. Namun, yang bersangkutan tetap harus mengqada puasanya hingga bertemu Ramadan selanjutnya.

"Misalnya ada utang puasa 10 hari, lalu belum mengganti puasanya karena sakit, maka hutang puasanya dapat dilakukan setelah Ramadan berikutnya berakhir," katanya.

Namun akan berbeda jika seseorang dengan sengaja menunda mengqada puasanya. Maka, seseorang tersebut selain tetap harus mengqada puasa, tapi juga dibebankan untuk membayar fidyah (tebusan). Fidyah diartikan sebagai denda yang wajib dilakukan karena meninggalkan kewajiban atau melakukan suatu larangan.

"Jika seseorang menunda mengqada puasa karena sengaja, maka dia berdosa, dan dia harus tetap membayar hutang puasa dan membayar fidyah senilai satu mud. Jadi tolak ukurnya itu tergantung alasan penundaannya, apakah karena ada uzur atau memang karena malas," ujarnya.

Sumber: Republika.co.id
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers