web analytics
  

3 Bulan Tutup, Pedagang di Situ Patengan Terlilit Utang Jutaan

Minggu, 7 Juni 2020 18:55 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, 3 Bulan Tutup, Pedagang di Situ Patengan Terlilit Utang Jutaan, Situ Patengan

Kios pedagang di Stu Patengan (Mildan Abdalloh)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM -- Deretan kios di Objek Situ Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung tampak tertutup rapat. Nyaris tidak terlihat ada kehidupan di tempat yang biasanya ramai setelah Idulfitri tersebut.

Sudah hampir tiga bulan, sejak pandemi covid-19 objek wisata yang terkenal akan pulau cinta tersebut ditutup. Sejak itulah, lebih dari 200 pedagang di Situ Patengan kehilangan pendapatan. Hanya satu dua orang saja pedagang yang berkeliaran, itu pun hanya untuk sekedar memeriksa keadaan.

Beberapa ada yang memperbaiki kiosnya dengan harapan aktivitas wisata kembali dibuka dalam waktu dekat.

"Hampir semua pedagang di sini mengandalkan pendapatan dari wisata," ujar Ohan Rohana kepada Ayobandung, Minggu (7/6/2020).

Tidak ada pendapatan lain, demikian pria berusia 60 tahun tersebut berujar. Sehingga setelah aktivitas wisata ditutup, nyaris tidak ada pendapatan sama sekali.

Beberapa orang pedagang, mencoba peruntungan bertani. Itu pun tidak semuanya, hanya orang-orang yang memiliki lahan untuk bercocok tanam. Sebagian, menjual barang dagangan secara berkeliling.

Nasib kurang beruntung bagi Ohan dan sejumlah pedagang lainnya. Semenjak aktivitas wisata ditutup, nyaris tidak ada pemasukan sama semasekali. Sementara dapur tetap harus ngebul.  Lahan untuk bertani tidak dimiliki, diusianya yang senja juga tidak memungkinkan berkeliling membawa barang dagangan.

"Diawal-awal paling menjual simpanan. Jual mas, jual barang elektronik yang tidak terlalu penting," ucapnya.

Namun, dengan tidak ada pemasukan sama sekali, uang hasil penjualan barang simpanan lama kelamaan ludes. Sementara, kebutuhan pokok tetap harus dibeli.

Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah meminjam kepada teman, kerabat atau tetangga. Itu yang dilakukan Ohan untuk bisa bertahan hidup bersama istrinya.

Tidak terasa, hutang yang ditanggung Ohan semakin menumpuk. Bahkan mencapai jutaan rupiah dan mungkin akan terus bertambah jika objek wisata masih ditutup.

"Sekarang hutang lebih dari Rp3juta. Kalau new normal, mudah-mudahan bisa membayar," ucapnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers