web analytics
  

Warga Jabar Diingatkan Tak Takut Dites Covid-19

Minggu, 7 Juni 2020 14:08 WIB
Umum - Regional, Warga Jabar Diingatkan Tak Takut Dites Covid-19, rapid test jabar,tes swab jabar,kepala dinas kesehatan jabar,Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat,Covid-19 Jabar,corona jabar

ilustrasi rapid test (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Sekretaris Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat (Jabar) Berli Hamdani meminta warga tidak takut mengikuti tes masif Covid-19.

Menurutnya,  pelaksanaan tes masif di Jabar, baik rapid test maupun tes swab, mematuhi semua prosedur yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Disamping itu, tujuan dari tes adalah mencegah penyebaran Covid-19, mendapatkan peta persebaran Covid-19 yang komprehensif, membatasi ruang gerak SARS-CoV-2, melacak kontak terpapar Covid-19, dan mendeteksi keberadaan virus.

Berli menjelaskan, dalam pedoman pencegahan pengendalian Covid-19 bagian strategi pencegahan dan pendendalian infeksi berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang disusun Kemenkes RI, sudah diatur secara rinci apa saja yang mesti dilakukan tenaga kesehatan (nakes).

Pertama, kata dia, nakes harus menerapkan 5 momen kebersihan tangan. Yakni sebelum menyentuh pasien, sebelum melakukan prosedur kebersihan atau aseptik, setelah berisiko terkena cairan tubuh, setelah bersentuhan dengan pasien, dan setelah bersentuhan dengan lingkungan pasien.

"Momen kebersihan tangan itu berlaku juga saat pelaksanaan tes.  Termasuk untuk menjaga sterilitas sarung tangan yang petugas. Sebelum dan setelah melakukan prosedur, selalu dilakukan sterilisasi dengan cairan antiseptik, seperti alkohol 70 persen atau sanitizer berbasis alkohol," ujar Berli, akhir pekan ini.

Menurut Berli, Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan nakes saat pelaksanaan tes masif disesuaikan juga dengan potensi penularan. Untuk pelaksaan rapid test, nakes yang bertugas memakai APD level 1. Berbeda tes swab, nakes akan memakai APD level 2, karena warga yang mengikuti tes berpotensi lebih besar terpapar SARS-CoV-2.

"APD yang disediakan setiap kegiatan tes masif disesuaikan dengan jumlah tenaga yang bertugas. APD terstandar minimal Level 1 untuk yang melakukan rapid test, sedangkan untuk yang melakukan tes swab minimal Level 2. Cara pemakaian dan pelepasan pun harus sesuai dengan pedoman yang ada," paparnya.

Setelah pelaksanaan tes, kata dia, pembersihan lingkungan, serta sterilisasi linen dan peralatan perawatan pasien akan dilakukan. Semua permukaan lingkungan akan dilap dengan air dan deterjen, serta disinfektan seperti hipoklorit atau etanol.

Menurut Berli, ada sejumlah kriteria yang mesti dipenuhi nakes untuk melaksanakan tes masif. Tidak semua nakes dapat mengambil spesimen. Tapi, hanya nakes yang sudah terlatih yang bisa terlibat dalam pelaksanaan tes masih. "Nakes yang sudah terlatih sesuai bidang tugasnya masing-masing," katanya.

Bahkan, bukan hanya nakes, tetapi seluruh petugas yang bertugas semuanya harus sudah terlatih dan menguasai bidang tugasnya masing-masing. Misalnya waktu pengambilan sampel harus sesingkat mungkin, dan tanpa ada kontak fisik dengan yang diperiksa.

Berli juga memastikan, pengambilan spesimen, pengepakan spesimen, pengiriman spesimen, tata kelola rapid test antibodi dan rapid test antigen, dan konfirmasi laboratorium, tes masif di Jabar berjalan sesuai dengan pedoman dari Kemenkes RI. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers