web analytics
  

Covid-19, Bos Perusahaan di Amerika Raup Kekayaan Rp7,91 Kuadriliun

Minggu, 7 Juni 2020 08:52 WIB

CEO Tesla Elon Musk (AFP/Brendan Smialowski)

WASHINGTON D.C, AYOBANDUNG.COM -- Ekonomi dunia terpuruk akibat Covid-19. Namun, para pengusaha asal Amerika Serikat justru menambah angka kekayaan mencapai mencapai 565 miliar dolar AS atau sekitar Rp7,91 kuadriliun.

Dari total pendapatan pengusaha asal AS tersebut, mayoritas di antaranya bersumber dari perusahaan yang bergerak di bidang teknologi.

Tiga bulan terakhir ini, pendiri sekaligus CEO Amazon Jeff Bezos berhasil mendapatkan laba bersih senilai 36,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp507,2 triliun. Sedangkan CEO Facebook Mark Zuckerberg, meraup keuntungan sebesar 30,1 miliar dolar AS atau setara Rp421,7 triliun.

Menurut laporan Institute for Policy Studies, total kekayaan miliarder AS saat ini sekarang mencapai 3,5 triliun dolar AS, naik 19% dari titik terendahnya di awal pandemi, tepat pada 18 Maret lalu.

Selain itu, jika diakumulasikan, penghasilan CEO Tesla Elon Musk, pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page, serta mantan CEO Microsoft Steve Ballmer meroket sebesar 13 miliar dolar AS atau Rp182,1 kuadriliun.

Institute for Policy Studies menghitung kekayaan miliarder berdasarkan data yang didapat dari daftar Forbes Global Billionaires, yang mencakup penilaian (real time) atas kekayaan bersih, dan membandingkannya dengan kekayaan miliarder yang dilaporkan pada 18 Maret.

Menanggapi lonjakan keuntungan yang didapat para pengusaha teknologi, sejumlah pakar ekonomi mengatakan bahwa krisis keuangan yang dipicu oleh pandemi Covid-19 hanya akan semakin menjelaskan adanya ketimpangan finansial di Negeri Paman Sam.

"Pasar saham anjlok, dan terlepas dari ekonomi riil, ini memperburuk masalah ketidaksetaraan keuangan," tutup Kristina Hooper, Kepala Strategi Pasar Global di Invesco kepada CNN, sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Minggu (7/6/2020).

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers