web analytics
  

Ini Cara BI Jabar Permudah Digitalisasi Akses Pangan saat Pandemi

Jumat, 5 Juni 2020 14:46 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Umum - Regional, Ini Cara BI Jabar Permudah Digitalisasi Akses Pangan saat Pandemi, Ini, Cara, BI, BI Jabar, Digitalisasi, Pangan, Pandemi,

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat meluncurkan sebuah platform transaksi daring, jualsayuran.com.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat (KPw BI Jabar) mendukung digitalisasi sistem pembayaran seiring implementasi tatanan kehidupan baru atau new normal. Untuk menjawab kebutuhan ini, KPw BI Jabar meluncurkan sebuah platform transaksi daring, jualsayuran.com.

Kepala KPw BI Jabar Herawanto menyampaikan, platform ini merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia serta pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pengembangan usaha klaster dan UMKM binaan yang bergerak di sektor pangan.

Selain untuk menjaga ketahanan pangan, kehadiran jualsayuran.com menjadi salah satu solusi akses pangan selama masa penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Di sisi lain, pelaksanaan transaksi secara daring juga turut membantu upaya pencegahan penularan Covid-19, social distancing.

"Kami bersama pemerintah daerah dan tentunya UMKM terus mendorong kesiapan untuk masuk ke ekonomi digital. Kebetulan kita dalam masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan interaksi antarmanusia itu secara langsung dibatasi. Ini menjadi hambatan awalnya, tapi juga rupanya menjadi salah satu peluang memanfaatkan teknologi untuk menyambungkan antara sektor produksi dengan konsumen yang terganggu karena adanya pembatasan dalam masa pandemi Covid-19," kata Hera Herawanto di Bale Pasundan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Jumat (5/6/2020).

Herawanto menyampaikan, secara statistik ada sekitar 19 kluster atau kelompok tani yang dibina aktif dalam berbagai proyek saat ini. Per kluster sedikitnya berjumlah 20 atau 30 orang petani. Bahkan 19 kluster UMKM bidang agro ini pun tersebar se-Jawa Barat hingga meliputi wilayah Cirebon dan Tasikmalaya.

"Jadi ini yang merupakan program jangka panjang sekaligus menjadi berkah bahwa UMKM ini bisa melakukan kreasi dan inovasi untuk terus bertahan bahkan berkembang di situasi seperti ini," katanya.

Herawanto juga mengungkapkan, melihat sisi ketahanan pangan, pengembangan sektor agroindustri Jawa Barat ini sangat potensial untuk direalisasikan. Apalagi, pengembangan sektor ini sangat terkait dengan potensi Jawa Barat yang dikenal sebagai lumbung komoditas pertanian. Herawanto mengatakan, ironis jika Jawa Barat tidak mengambil bagian apapun dalam penyediaan komoditas agro di tataran nasional.

"Program ini juga menjadi langkah pengendalian harga apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini kan produsen melimpah, barang stoknya banyak, konsumen juga butuh tapi buat ketemu di pasar ada gangguan. Dengan adanya inisiatif Jualsayuran.com ini membantu para petani, artinya ini memberi alternatif tambahan platform penjualan," ungkapnya.

Dalam program ini, Herawanto menegaskan, peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter sebagai penasihat dan pemberi rekomendasi kepada pemerintah daerah. Karenanya, melalui berbagai proyek ini pihaknya ingin turut membantu pemerintah daerah mengembangkan sektor agroindustri ini.

"Berbicara tentang pengembangan kluster pasti kita pilih petani yang perlu dikembangkan dari titik awal. Jadi belum bankable atau belum layak diberikan  kredit. Tapi pada satu titik tertentu, setelah mempunyai kemampuan keuangan kuat ini bisa dilihat oleh perbankan untuk jadi objek pemberian kredit. Jangan salah banyak klaater untuk kemudian mengucurkan kridit," katanya.

Herawanto mengungkapkan, taget jangka pendeknya yakni membantu menyelesaikan masalah distribusi produk dari produsen yang saat ini terganggu imbas pembatasan di masa pandemi Covid-19.

"Karena kan petani, peternak, nelayan lagi hasil. Tapi sekarang dengan berbagai pembatasan yang memang wajib dan harus dilakukan jualan ke pasarnya jadi macet. Padahal konsumen butuh. Dengan platform ini membantu untuk menyambungkan pasar yang mestinya dijual di pasar, menjadi digantikan pasar online," ujarnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers