web analytics
  

Dikabarkan Pecat 135 Pilot, Begini Penjelasan Dirut Garuda

Jumat, 5 Juni 2020 13:36 WIB

Garuda Indonesia

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Utama PT Garuda indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pilot. Adapun yang terjadi adalah manajemen Garuda hanya mempercepat proses perjanjian kontrak terhadap para pilot akibat pandemi covid-19.

"Itu bukan PHK, itu percepatan perjanjian kontrak kita dengan pegawai yang status kontrak," ujar Irfan saat konferensi video di Jakarta, Jumat (5/6/2020).  

Kata Irfan, perusahaan tetap membayar gaji para pilot hingga akhir masa kontrak. Ia memastikan, perusahaan memberikan hak yang kepada para pilot tersebut.

Irfan menyebut, percepatan perjanjian kontrak dilakukan terhadap 135 pilot dari total 1.400 pilot dan co-pilot yang dimiliki grup Garuda.

Irfan menyampaikan jajaran direksi dan komisaris Garuda tengah berpikir keras dalam menjaga perusahaan agar mampu dapat bertahap di tengah pandemi. Irfan menyebutkan, beragam cara yang telah ditempuh guna menjaga keuangan perusahaan.

Mulai dari melakukan penundaan dengan memotong gaji direksi, komisaris, sampai staf sejak April, tidak memberikan THR hingga ke anak usaha, serta menawarkan para karyawan kontrak untuk dirumahkan sementara karena sepinya penerbangan saat ini.

Irfan mengatakan, apa yang dialami Garuda juga dirasakan hampir seluruh maskapai penerbangan lain. Bahkan, Thai Airlines yang memiliki reputasi baik mengalami kebangkrutan akibat pandemi ini. Pun dengan sejumlah beberapa perusahaan penerbangan lain di dunia yang tengah mencari cara untuk bertahan dalam situasi ini. 

"Oleh sebab itu, kita harus bereaksi. Manajemen Garuda sepakat PHK adalah opsi paling terakhir. Selama bisa dilakukan, ya kita lakukan segala macam agar itu bisa kita hindari," kata Irfan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers