web analytics
  
Banner Kemerdekaan

6 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi Mei 2020

Jumat, 5 Juni 2020 10:03 WIB Netizen Netizen

Ayo Netizen (Ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

AYOBANDUNG.COM -- Hi, Netizen! Seperti biasanya, setiap tanggal 5 awal bulan akan ada pengumuman netizen dengan tulisan terpopuler di Ayo Netizen.

Sebelumnya, untuk membaca ulang tulisan dari netizen, kalian bisa mengaksesnya di sini.

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler di edisi  Mei 2020. Pemenang akan dihubungi oleh tim Ayobandung.com melalui nomor telepon.

Ingat, segala bentuk kecurangan seperti penggunaan mesin akan ditindak tegas oleh Redaksi Ayobandung.com.

Berikut penulis-penulis dengan tulisan terpopuler edisi  Mei 2020:

1. Corona, Puasa, dan Tradisi Sunda yang Hilang

Indonesia adalah tempat yang tepat dalam keberagaman dan keberagamaan. Di Nusantara ini nilai-nilai spiritualitas bisa berjalin berkelindan dengan hal-ihwal kebangsaan. Salah satu penanda yang menegaskannya adalah momentum Ramadan.

Karena memiliki kemuliaan ketimbang bulan-bulan lainnya maka kehadiran Ramadan disambut gegap-gempita urang Sunda. Lahirlah tradisi munggahan, nyekar, cucurak, mamaleman, dan lebaran.

2. Pandemi, Ramadan, dan Narasi dari Seorang Mahasiswa Rantau

Saat ini Indonesia tengah digemparkan dengan mewabahnya Covid-19. Pandemi Covid-19 ini memaksa pemerintah untuk melakukan berbagai tindakan guna memutus rantai penyebaran virus. 

Mulai dari pemberlakuan aturan social distancing, hingga yang terbaru yakni pemberlakuan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Permberlakuan aturan ini berjalan beriringan dengan bulan suci Ramadan yang tentu menimbulkan berbagai polemik.

Banyak lapisan masyarakat yang kesulitan dalam menjalankan aturan ini. Terutama bagi mereka yang merantau. Pemberlakuan aturan ini membuat sebagian dari mereka memilih untuk tetap bertahan di perantauan, atau memaksakan pulang dengan berbagai risiko.

3. Meski Ramadan di Kala Pandemi, Toleransi Tetap Terjadi

Minggu petang (26/4/2020) langit mulai menunjukkan warna abu-abu gelap, tanda akan segara hujan. Setelah menggunakan masker dan tak lupa membawa hand sinitzier, enam pemudi bergegas keluar dari sebuah rumah. Dengan mengendari sepeda motor, bukan tanpa alasan mereka keluar dari rumah di tengah anjuran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok. Ada sebuah kegiatan dengan maksud baik yang ingin mereka lakukan.

4. Hikmah Ramadan di Tengah Pandemi Corona

Sungguh tak pernah saya bayangkan sebelumnya bila negeri ini akan terserang wabah penyakit bernama “corona” yang penyebarannya begitu cepat dan mematikan. Sehingga berbagai upaya pun dilakukan oleh pihak pemerintah dan masyarakat di berbagai pelosok daerah di negeri ini untuk mencegah agar virus corona tak semakin berkembang biak dan menelan lebih banyak korban jiwa.

5. Mudik, Riwayatmu Kini

Mudik bukan suatu perkara mudah. Mudik memerlukan waktu, biaya bahkan tenaga ekstra. Kita simak beberapa tahun ke belakang, jalan tol yang seharusnya bebas hambatan justru malah terjadi kemacetan yang sangat parah. Bahkan tak heran sampai ada korban jiwa akibat kelelahan di perjalanan. Mudik pasti menggunakan moda transportasi. Segala macam moda transportasi digunakan oleh pemudik sesuai kemampuan biaya dan jarak tempuh.

6. Larangan Ibadah di Luar Rumah hingga Adanya Bukber Virtual

Di momen Ramadan tahun ini, sapaan hangat dan jabatan tangan yang sering dijumpai di masjid tidak bisa terealisasi. Riuh suara lantunan ayat suci Al-qur’an tidak banyak terdengar lagi di beberapa masjid. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lah sebagai alasannya. Masyarakat diminta pemerintah agar melakukan semua kegiatan ibadah di rumah saja termasuk sholat tarawih atau itikaf di masjid.

Larangan beribadah di luar rumah selama Ramadan ini dipertegas dengan dikeluarkannya surat edaran Kemenag Nomor 6 Tahun 2020. Dilansir dari situs resmi Kementrian Agama Republik Indonesia, Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau agar masyarakat tidak melakukan ibadah di luar rumah selama Ramadan ini.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel lainnya

dewanpers