web analytics
  

Bangga Naik Mobil Mewah tapi Menghirup Udara Kotor

Jumat, 5 Juni 2020 09:38 WIB Netizen Djoko Subinarto
Netizen, Bangga Naik Mobil Mewah tapi Menghirup Udara Kotor, hari lingkungan hidup,polusi udara,gunung gede

Gunung Gede Pangrango.(Djoko Subinarto)

Djoko Subinarto

Penulis lepas, bloger, mukim di Cimahi

AYOBANDUNG.COMHari Lingkungan Hidup Sedunia rutin diperingati setiap tanggal 5 Juni. Pertanyaannya adalah: bagaimana kualitas lingkungan hidup kita?

Terus terang saja, masih banyak persoalan lingkungan yang harus kita selesaikan demi membuat kehidupan berbangsa dan bernegara kita menjadi bertambah baik. Perjalanan nasib bangsa ini ke depan bakal ikut ditentukan oleh seberapa bagus kualitas lingkungan hidup di negeri ini.

Salah satu problema lingkungan yang sekarang ini membelit Indonesia adalah pencemaran udara. Biang keladinya antara lain karena semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang wara-wiri di jalanan negeri ini.

Indonesia kiwari menjadi salah satu negara dengan pengguna sepeda motor terbanyak di jagat ini. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, jumlah kendaraan bermotor di negeri ini mencapai 146.858.759 unit. Sebanyak 120.101.047 unit di antaranya adalah sepeda motor. Maka, tak perlu heran jika kota-kota kita kian macet dan polutif.

Sejauh ini, terdapat tiga jenis kelompok polutan yang lazimnya mengotori udara. Yang pertama, polutan gas. Ini terdiri dari nitrogen oksida (NOx), nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO), ozon (O3) dan sulfur dioksida (SO2). Yang kedua, polutan partikel, yang mencangkup partikel kasar (PM10), partikel halus (PM2.5) dan partikel ultrahalus (UFP). Yang ketiga adalah polutan logam berat, yakni kadmium, timbal dan merkuri.

Hasil sejumlah kajian baru-baru ini, sebagaimana dikutip laman citymetric.com, menunjukkan bahwa risiko gangguan mental seperti depresi, gangguan bipolar dan skizofrenia semakin besar peluangnya menimpa mereka yang terpapar polusi udara dengan intensitas yang semakin tinggi. Ambil contoh depresi, misalnya. Risikonya bisa 50 persen lebih tinggi pada mereka yang terpapar polusi udara dengan intensitas yang semakin tinggi. Adapun risiko untuk mengalami gangguan bipolar dan skizofrenia, yaitu sekitar 29 persen dan 147 persen lebih tinggi pada kelompok yang sama.

Beberapa kajian lain menunjukkan bahwa mereka yang terpapar polusi udara dengan intensitas yang kian tinggi akan lebih berisiko pula untuk mengalami kecemasan, autisme, penurunan kognitif dan demensia. Bahkan, menurut Andrea Mechelli (2020), ada bukti-bukti bahwa paparan polusi udara memiliki keterkaitan pula dengan peningkatan risiko aktivitas menyakiti diri sendiri dan bunuh diri.

Mengingat dampak negatifnya terhadap kesehatan, sudah selayaknya apabila kita mengupayakan menekan polusi udara hingga ke level paling rendah. Caranya antara lain dengan membatasi penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil. Budayakan pula naik transportasi umum, mengayuh sepeda atau jalan kaki.

Berkah terselubung

Datangnya badai virus corona (Covid 19) telah membawa berkah terselubung bagi perbaikan kualitas lingkungan kita. Adanya pembatasan aktivitas di luar rumah guna memutus mata rantai penyebaran virus corona telah membuat lalu-lintas di kota-kota kita menjadi lebih lengang. Pada gilirannya, ini membuat polusi udara menurun dan menjadikan langit tampak lebih biru.

Warna langit yang membiru ini menjadi salah satu fenomena yang sempat mengemuka semenjak diberlakukannya sistem work from home (WFH) dan juga pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Berkat langit yang cenderung membiru, sejumlah gunung, yang selama ini sulit terlihat akibat pekatnya polutan yang menghalangi penglihatan, belakangan ini justru bisa terlihat dengan sangat jelas dari jarak yang cukup jauh sekalipun.

Berkah terselubung dari pandemi corona yang turut meredusir kemacetan di banyak ruas jalan dan menyebabkan terjadinya penurunan tingkat polusi udara serta diikuti dengan munculnya tren langit biru semestinya terus dipertahankan.

Udara yang bersih adalah yang kita butuhkan. Masih banggakah kita dengan mobil dan sepeda motor mentereng yang kita tunggangi apabila setiap hari kita menghirup udara kotor penuh racun? Masih banggakah kita dengan mobil dan sepeda motor mewah yang kita miliki ketika saban hari kita turut pula menjadi biang kemacetan dan pencemaran udara?

***

-Djoko Subinarto, penulis lepas, bloger, mukim di Cimahi

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

terbaru

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:10 WIB

Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka...

Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 14:30 WIB

Bila ditelusuri, nama-nama geografi itu mengabadikan perkembangan kota, seperti halnya yang terjadi di Kota Bandung.

Netizen, Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung, Sawahkurung,Sawah Terakhir,Pusat Kota Bandung,Sejarah,Geografis

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 14:23 WIB

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah s...

Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 10:18 WIB

Apa saja kontribusi yang diberikan oleh Kartawinata selama menjadi anggota Perhimpunan Batavia?

Netizen, Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang, Anggota Perhimpunan Batavia,Adat Bengang,Raden Kartawinata,Bataviasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen (BGKW)

Mengapa Mudik?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:55 WIB

Meski kini pemerintah melarang mudik. tradisi mudik ini tidak akan pernah berhenti pada satu generasi.

Netizen, Mengapa Mudik?, Mudik,Larangan Mudik,Mengapa Mudik?

artikel terkait

dewanpers