web analytics
  

Pengamat: Demi Perekonomian, Era New Normal Tak Bisa Dihindari

Jumat, 5 Juni 2020 06:30 WIB Khoirur Rozi
Umum - Nasional, Pengamat: Demi Perekonomian, Era New Normal Tak Bisa Dihindari, virus corona, bahaya virus corona, virus corona cina, new normal

Ilustrasi new normal. (Ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo mengungkapkan fase new normal tidak bisa dihindari sebagai konsekuensi mengembalikan roda perekonomian. Menurutnya, jika sektor ekonomi tidak dijalankan, maka krisis akan semakin parah.

"Ada beberapa prediksi jika virus ini bertahan hingga Agustus 2020, itu diperkirakan bakal mengalami sosial ekonomi yang lebih parah lagi. Oleh karena itu mau tidak mau kita harus masuk ke dalam era baru atau new normal," kata Karyono dalam diskusi yang diselenggarakan IPI, Kamis (4/6/2020).

Meski begitu, kata Karyono, pro dan kontra terhadap era kenormalan baru cukup kuat. Tak sedikit masyarakat merasa pesimis terhadap kenormalan baru yang dianggap menjadi solusi untuk mengatasi krisis ekonomi.

Oleh karena itu, Karyono berpandangan pemerintah perlu membangun optimisme di tengah masyarakat untuk menghadapi new normal.

"Memang ada pro dan kontra new normal. Banyak juga yang menghadapi new normal ini dengan pesimisme. Oleh karena itu, pemerintah saya kira perlu membangun optimisme agar kita bisa melewati era new normal ini dengan keberhasilan," ujar Karyono.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo tengah mewacanakan bakal membuka sejumlah sektor perekonomian secara bertahap. Ini dilakukan untuk memulihkan ekonomi negara yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Jokowi bahkan menginstruksikan pemulihan ekonomi secara tepat dan cepat. Hal ini dia sampaikan pada saat memimpin rapat terbatas penetapan program pemulihan ekonomi nasional dan perubahan postur APBN tahun 2020 di Istana Merdeka, Kamis (4/6/2020).

“Tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat, dieksekusi dengan cepat, dengan kecepatan, agar laju pertumbuhan ekonomi negara kita tidak terkoreksi lebih dalam lagi,” kata Jokowi dikutip dari situs resmi Sekretariat Presiden.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/gFsSKNCoXbE" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers