web analytics
  

Susi Air Hentikan 99% Penerbangan Akibat Corona

Kamis, 4 Juni 2020 09:34 WIB
Umum - Nasional, Susi Air Hentikan 99% Penerbangan Akibat Corona, Virus Corona, Status Darurat Corona, Siaga Corona, Covid-19, korban corona, dampak corona, Susi Pudjiastuti, Susi Air

Ilustrasi pesawat terbang. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

PANGANDARAN, AYOBANDUNG.COM -- Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menanggapi kabar mengenai maskapai Garuda Indonesia yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PKH) kepada sebagian pilotnya akibat pandemi Covid-19.

Susi tak memungkiri pandemi ini telah memberikan dampak signifikan bagi semua sektor. Tak terkecuali maskapai penerbangan miliknya yakni Susi Air.

Dia bahkan secara gamblang mengungkap bahwa operasional maskapai maskapai Susi Air bahkan berhenti hampir 99%gegara pandemi virus mematikan tersebut.

Pengakuan eks menteri itu disampaikan melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @susipudjiastuti, Rabu (3/6/2020).

"Susi air hampir 99% penerbangannya berhenti. Semua terkena dampak," cuitnya, Kamis (4/6/2020).

AYO BACA : 70% Pesawat Garuda Indonesia Dikandangkan

Kontan saja, pengakuan eks menteri yang populer dengan jargon "Tenggelamkan" itu menuai respons beragam dari warganet.

Seorang warganet @AlH_Haft yang penasaran mengenai kerugian maskapai Susi Air lantas bertanya kepada Susi Pudjiastuti mengenai keputusan PHK seperti yang dilakukan oleh Garuda Indonesia.

"Pilot Susi Air apakah di PHK juga bu" tanyanya.

Mendapat pertanyaan tersebut Susi Pudjiastuti menerangkan sebagian besar pegawai Susi Air memang terkena PHK. "Sebagian ya," jawab Susi singkat.

Sementara seorang warganet lain lalu memberikan pertanyaan mengenai maskapai Susi Air yang masih beroperasi sampai sekarang.

AYO BACA : Per 7 Juni, Penumpang Harus Datang 4 Jam Sebelum Penerbangan

"Apakah saat ini sisa 1& itu untuk melayani cargo bu?," tanya @NunuTeletubbies.

Susi Pudjiastuti pun memberikan jawaban, "Peristis yang baru mulai minggu ini".

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan keputusan PHK merupakan langkah berkelanjutan yang ditempuh dalam upaya menyelaraskan suplai dan permintaan operasional penerbangan yang saat ini terdampak signifikan imbas pandemi Covid-19.

Kebijakan ini berupa penyelesaian lebih awal atas kontrak kerja pegawai dengan profesi penerbang dalam status hubungan kerja waktu tertentu.

"Melalui penyelesaian kontrak tersebut, Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku," ujar Irfan dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020).

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/bLciQVkozuc" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : Tip Bepergian dengan Pesawat di Tengah Pandemi

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers