web analytics
  

Pemasaran Online Bikin Pengusaha Kuliner Bertahan saat Pandemi Covid-19

Rabu, 3 Juni 2020 19:34 WIB Tri Junari
Bisnis - Finansial, Pemasaran Online Bikin Pengusaha Kuliner Bertahan saat Pandemi Covid-19, UMKM, Kuliner, Pemasaran Daring, Pemasaran Online, Pandemi Covid-19,

Ilustrasi -- Pemasaran Online/Daring. (pixabay)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Industri Kecil Menengah (IKM) bidang kuliner di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengandalkan pemasaran dalam jaringan media sosial untuk bisa bertahan dari badai ekonomi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

“Alhamdulillah, mereka bisa bertahan, karena penjualan produknya sudah terbiasa melalui daring,” ujar Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Industri Kreatifitas dan Inovasi Bidang Industri Agro Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Asep Koswara, saat ditemui di Ngamprah, Rabu (3/6/2020).

AYO BACA : Pandemi Covid-19, Produksi Sentra Rajut Binong Anjlok 50%

Untuk memperkuat IKM, terutama yang bergerak di bidang kuliner Bidang Agro Industri mengembangkan empat macam metode pemasaran. Melalui endorse, multi level marketing (MLM), media sosial (medsos) atau gabung di Buka Lapak.

Ketika pemerintah memberlakukan sosial distancing disaat pandemi, pelaku usaha IKM bidang kuliner tidak terlalu berpengaruh. Ini karena minat konsumen berbelanja daring lebih meningkat

AYO BACA : 2.600 Industri Kecil di Kota Bandung Ikut Terdampak Covid-19

“Bahkan diantaranya justru meraup keuntungan dengan penjualan yang signifikan,” kata Asep.

Menurutnya, produk kuliner yang laris manis saat lebaran ialah produk IKM yang dikoordinir Dianie Hadyanti berupa kacang goreng Keratonz. kacang goreng yang diproduksi warga Parongpong ini menghabiskan bahan baku hingga 4,5 kwintal semasa lebaran kemarin.

Asep menarik kesimpulan, jika masa pandemi tidak terlalu berpengaruh bagi mereka yang biasa berjualan secara digital. Dari sekitar 10.000 IKM yang ada di KBB, paling-paling sekitar setengahnya yang terdampak Covid-19.

“Relatif aman bagi IKM yang bergerak di bidang kuliner dengan menggunakan jasa pemasaran secara online,” tuturnya.

AYO BACA : Catat! Ini Syarat 'Bebas' Cicilan UMKM Terdampak Covid-19

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers