web analytics
  

70% Pesawat Garuda Indonesia Dikandangkan

Rabu, 3 Juni 2020 10:23 WIB
Umum - Nasional, 70% Pesawat Garuda Indonesia Dikandangkan, Virus Corona, Status Darurat Corona, Siaga Corona, Covid-19, korban corona, Garuda Indonesia

Logo Garuda Indonesia.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menyebutkan, pendapatan perseroan itu anjlok hingga 90% akibat pandemi Covid-19. Akibatnya, 70% pesawat dikandangkan karena sejumlah rute tidak beroperasi.

“Untuk Garuda sendiri, pendapatan kami menurun hampir di level 90%. Pesawat kita 70% parkir di-grounded. Mayoritas penerbangan itu ‘load factor’-nya (tingkat keterisian) di bawah 50%. Jadi ini imbasnya sangat berat bagi Garuda dan maskapai lain,” kata Irfan, Rabu (3/6/2020).

Dia menambahkan, penerbangan merupakan industri yang sangat terdampak dengan adanya pandemi ini karena mobilitas harus dibatasi. Sementara mobilitas merupakan fundamental di industri penerbangan.

AYO BACA : Direktur Utama Garuda Indonesia Buka Suara Soal PHK Pilot

Selain itu, lanjut dia, dampaknya juga bukan hanya berhenti di maskapai, melainkan pula di bandara, perhotelan, dan restoran ketika penerbangan terganggu.

“Yang lebih berat lagi, maskapai pada dasarnya industri yang sangat ‘capital intensive’ (padat modal) dan marginnya di bawah ‘double digit’. Begitu ada goyangan seperti ini akan sangat goyang sekali. Tadi ada grafik yang menyatakan saat awal Maret menukik drastis mulai dari penumpang dan pendapatan,” katanya.

Namun, lanjut dia, sebagai maskapai nasional (flag carrier), Garuda tetap memiliki kewajiban untuk menjaga konektivitas, karena itu pihaknya masih mengoperasikan rute-rute internasional, seperti dari Belanda, Australia, Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan serta rute-rute domestik.

AYO BACA : Garuda Indonesia Rumahkan 800 Karyawan

“Buat Garuda, ini situasi unik yang harus dihadapi karena ini bukan semata-mata maskapai yang lain mudah ‘ah saya tutup dulu nunggu nanti kalau sudah baik’. Kami ini ‘national flight carrier’, mandat kami adalah memastikan konektivitas dan menyambungkan antarbangsa,” katanya.

Untuk itu, Irfan menjelaskan, secara perlahan pihaknya menurunkan frekuensi penerbangan di sejumlah rute.

“Secara dinamis kita lihat tingkat keterisiannya dan kemudian pelan-pelan kita turunkan frekuensi penerbangannya. Seperti sebelumnya 6 kali seminggu ke Amsterdam saat ini hanya sekali seminggu," ujar dia.

"Tapi untuk memastikan konektivitas ini terjadi kita harus memastikan bahwa pergerakan orang yang harus bergerak terjadi. Karena kalau tidak kita bayangkan situasi saat 60-an yang memaksa kita berpikir waktu lama untuk berpindah,” katanya.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/bLciQVkozuc" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : Kasus Suap Miliaran, Eks Bos Garuda Indonesia Emirsyah Dipenjara 8 Tahun

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers