web analytics
  

Hari Gini, Masih Naik Sepeda?

Rabu, 3 Juni 2020 09:39 WIB Netizen Djoko Subinarto
Netizen, Hari Gini, Masih Naik Sepeda?, sepeda, hari sepeda, manfaat bersepeda, tips kesehatan,

Bersepeda bukan hanya bagus untuk kesehatan jasmani, tetapi juga bagus bagi kesehatan rohani. (Foto: Djoko Subinarto)

Djoko Subinarto

Penulis lepas, bloger, mukim di Cimahi

AYOBANDUNG.COM – Hari gini, masih naik sepeda? Sudah nggak zaman! Naik mobil atau naik sepeda motor, dong. Lebih keren.

Jika Anda pesepeda, apalagi pesepeda garis keras, tak perlu ngambek jika kalimat di atas dialamatkan kepada Anda. Maklumi dan senyumin saja. Karena hanya orang-orang yang dungu yang mengucapkan kalimat-kalimat tersebut.

AYO BACA: Virus Corona Covid-19 Menyebar Lewat Makanan Kemasan, Benarkah?

AYO BACA: Tangkal Covid-19 dengan Mengonsumsi Ubi Ungu

AYO BACA: 8 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 Saat Keluar Rumah

Bersepeda di saat sekarang justru sangat dianjurkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendorong negara-negara anggotanya serta para pemangku kepentingan lainnya untuk menekankan dan mempromosikan penggunaan sepeda sebagai sarana untuk mewujudkan tercapainya pembangunan berkelanjutan, memperkuat pendidikan, termasuk pendidikan jasmani, khususnya untuk anak-anak dan kaum muda, meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, mempromosikan toleransi dan saling pengertian serta menghormati dan memfasilitasi inklusi sosial dan juga pengembangan budaya damai.

Selain itu, PBB mendorong negara-negara anggotanya untuk mencurahkan perhatian khusus pada penggunaan sepeda dalam strategi pembangunan lintas sektoral dan sekaligus memasukkan sepeda dalam kebijakan pembangunan di level internasional, regional, nasional maupun lokal.

Saat ini, kota-kota kita semakin polutif gara-gara lebih banyak orang memilih mobil dan sepeda motor sebagai sarana transportasi. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna sepeda motor terbanyak di jagat ini. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, jumlah kendaraan bermotor di negeri ini mencapai 146.858.759 unit. Sebanyak 120.101.047 unit di antaranya adalah sepeda motor. Maka, tak perlu heran jika kota-kota kita kian macet dan udara di kota-kota kita kian kotor.

AYO BACA: Pasar Cisalak Depok Ditutup Usai 4 Pedagang Positif Covid-19

AYO BACA: Sebelum Meninggal, Pedagang Pasar di Bogor Tularkan Covid-19 ke Istri

AYO BACA: Pulang Pergi Jakarta, Pedagang Sayur Positif Covid-19 dari Indramayu Meninggal

Udara yang kotor bukan hanya tidak bagus buat kesehatan jasmani, tetapi juga tidak bagus bagi kesehatan mental. Berbagai kajian menyimpulkan terdapat kaitan erat antara polusi udara dengan peningkatan risiko gangguan kejiwaan. Oleh sebab itu, sudah selayaknya apabila kita mengupayakan menekan polusi udara hingga ke level paling rendah. Salah satu caranya dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan beralih ke sepeda.

Penggunaan sepeda secara masif bakal ikut mengatasi persoalan kemacetan lalu-lintas dan sekaligus untuk mengurangi secara signifikan tingkat polusi udara dan polusi suara di kawasan perkotaan. Imbasnya, kawasan perkotaan kita bakal semakin bersih, semakin nyaman dan semakin sehat.

Di samping itu, secara tidak langsung, dengan menggunakan sepeda kita juga telah berolahraga. Dengan demikian, berlipat manfaat yang bisa didapat jika warga kota memilih menggunakan sepeda untuk keperluan transportasi sehari-hari.

AYO BACA: Cara Buat Masker Anticorona Murah dan Ramah Lingkungan

AYO BACA: Bacaan Qunut Nazilah, Doa Menangkal Malapetaka

AYO BACA: Ini Bentuk Virus Corona Jika Diperbesar 2.600 Kali?

Tentu saja, peran para pengelola kota akan ikut menentukan sukses tidaknya memasyarakatkan penggunaan sepeda di kalangan warga kota. Artinya, pengelola kota memang harus sungguh-sungguh menyediakan sejumlah fasilitas yang memadai serta membuat kebijakan yang bisa mendorong warga kota memilih sepeda sebagai sarana transportasi sehari-hari mereka.

Di sejumlah kota di Indonesia, termasuk di Kota Bandung, sekarang ini sudah ada sebagian warga yang berinisiatif membuat gerakan bersepeda ke tempat kerja (bike to work) dan bersepeda ke kampus (bike to campus). Pada saat yang sama, komunitas-komunitas sepeda juga bertebaran di setiap kota.

Maka, akan lebih baik apabila para pengelola kota di Indonesia bersinergi dengan para aktivis bike to work, bike to campus, dan komunitas-komunitas sepeda agar bisa merancang sejumlah kebijakan yang pro-pesepeda sehingga gerakan macam bike to work dan bike to campus dapat semakin diperluas serta menjangkau semakin banyak kalangan masyarakat kita.

***

Djoko Subinarto, penulis lepas, bloger, mukim di Cimahi

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

terbaru

Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai

Netizen Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:13 WIB

Akhir-akhir ini di berbagai daerah, masyarakat mengeluhkan melambungnya harga cabai rawit merah hingga Rp.120.000, samp...

Netizen, Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai, Harga Cabai Naik,Harga Cabai Tanjung Naik,BPS

Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi

Netizen Jumat, 5 Maret 2021 | 09:25 WIB

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia genap berusia setahun. Sejak ditemukan kasus perdana di awal Maret tahun 2020, h...

Netizen, Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi, Infokom,COVID-19,PSBB

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun

artikel terkait

dewanpers