web analytics
  

Kunjungan Wisman ke Indonesia Berkurang 1,27 Juta Orang

Rabu, 3 Juni 2020 07:00 WIB
Umum - Nasional, Kunjungan Wisman ke Indonesia Berkurang 1,27 Juta Orang, virus corona, bahaya virus corona, virus corona cina, wisman

Wisatawan menaiki perahu wisata di Situ Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2020 sebesar 160.000 orang.

Jika dibandingkan dengan jumlah wisman pada Maret 2020 berarti jumlah wisman menurun sebesar 66,02% secara bulanan (mom).

Jika dibandingkan juga dengan posisi saat ini dengan periode yang sama 2019, maka angka tersebut menurun hingga 87,44% secara tahunan (yoy) atau 1,27 juta orang.

Pada periode tersebut jumlah kunjungan wisman didominasi oleh wisman asal Timor Leste yang tercatat berkunjung sebanyak 83.000 pada April.

Angka tersebut mencapai 52,2% dari total wisman. Sedangkan, sisanya berasal dari Malaysia sebanyak 62.000 atau 39%, Singapura 2.000 atau 1,3%, dan lainnya 12.000 kunjungan atau 7,5%.

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (2/6/2020) pihaknya telah memprediksi penurunan kunjungan wisman ke Indonesia sebagai dampak pandemi Covid-19.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kini tengah menyiapkan strategi khusus ketika jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) turun signifikan akibat dampak pandemi Covid-19.

"Untuk itu, kami menyiapkan langkah dan strategi dalam mengantisipasi penurunan wisman dengan menyiapkan protokol tatanan hidup baru di sektor pariwisata yang telah disusun," katanya.

Protokol itu nantinya diterapkan saat suatu daerah telah dinyatakan siap untuk kembali menerima wisatawan.

"Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk tidak tergesa-gesa. Di masa pemulihan nanti, kita akan terlebih dahulu fokus mendorong mobilisasi wisatawan Nusantara," tambah Ari.

Ia melanjutkan, banyak hal yang harus dipersiapkan dulu sebelum kembali menyambut wisatawan. Salah satunya adalah dengan melihat kesiapan masing-masing daerah.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala daerah yang wilayahnya paling siap untuk menerima wisatawan dan memulai penerapan protokol ini," tambah Ari.

Di sisi lain, angka penurunan wisma yang turun sudah diperkirakan mengingat langkah-langkah Pemerintah Indonesia dan juga pemerintah negara penyumbang wisman potensial ke Indonesia yang memutuskan menutup akses keluar-masuk negaranya demi pencegahan penyebaran Covid-19.

"Untuk membuka pariwisata kembali, perlu penerapan prosedur standar di sarana publik yang bertujuan untuk lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan di sektor pariwisata. Sehingga saat dibuka kembali, wisatawan akan merasa nyaman datang ke Tanah Air," ujarnya.

Protokol tersebut, lanjut Ari, akan seiring dan beradaptasi dengan tatanan hidup baru yang sudah disiapkan Kemenkes akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.

Dengan begitu masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan baik mengenai jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, serta tidak berkerumun dalam jumlah yang banyak.

Dengan begitu diharapkan kesadaran masyarakat terkait kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat dan penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

"Ini merupakan bagian dari langkah untuk memastikan kesiapan masyarakat dalam menjalankan tatanan hidup baru yang akan menggerakkan perekonomian nasional termasuk di dalamnya pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.

Kemenparekraf/Baparekraf, sedang menyiapkan program cleanliness, health, and safety (CHS) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata Tanah Air.

Tujuan utamanya tidak hanya menyiapkan destinasi yang lebih baik sesuai dengan standardisasi kebutuhan wisatawan dalam kenormalan baru nanti, tapi juga dalam menerapkan disiplin bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan target pemerintah agar kesadaran masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat.

Ke depan, Kemenkarekraf fokus untuk menggarap segmen pariwisata berkualitas atau quality tourism yang lebih menekankan pada tingkat pendapatan devisa ketimbang mendatangkan wisatawan secara massal atau mass tourism seiring dengan berubahnya tren pariwisata global.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/I5kNVtSLPWk" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers