web analytics
  

Pedagang Kue Mengalami Omzet Turun atau Naik?

Rabu, 3 Juni 2020 01:40 WIB Netizen Talitha Maharani Sundaji
Netizen, Pedagang Kue Mengalami Omzet Turun atau Naik?, pedagang, kue lebaran, nastar, kuliner lebaran, kuliner idulfitri,

Beberapa Contoh Kue saat Lebaran, Sabtu (30/05/2020). (Tjendrawati Budiman)

AYOBANDUNG.COM -- “Selamat hari Lebaran... minal aidin wal faizin... selamat hari Lebaran... mohon maaf lahir dan batin...” berikutlah penggalan lirik lagu Selamat Hari Lebaran oleh Ustad Jefri Al Buchori. Tentunya hari Lebaran sangat ditunggu–tunggu oleh kaum muslim, momen–momen indah terbuat pada hari tersebut.

Momen–momen ini setahun sekali terjadi, seperti bersilaturahmi, membagi THR, dan lain–lainnya. Namun, momen ini mungkin sebagian kaum muslim tidak melakukan hal tersebut. Pasalnya Lebaran tahun ini tepatnya tahun 2020, dunia sedang digemparkan oleh virus korona. Virus ini membuat semua orang melaksanakan Lebarannya dengan di rumah saja.

Kaum muslim pun merasa rugi karena adanya virus korona ini. Mereka tidak bisa berpergian yang bisa disebut mudik ke kampung halamannya. Tak hanya kaum muslim saja, sebagian orang yang ikut merayakan Lebaran pun merasakan dampaknya.

Dampak yang dirasakan akibat korona pun terjadi pada mata pencaharian seseorang. Dalam hal ini terjadi pada pedagang. Beberapa pedagang mengalami penurunan drastis hingga bisa kehilangan mata pencahariannya. Bahkan, mungkin ada pedagang juga merasakan keberuntungan adanya virus korona ini.

Pada momen Lebaran ini, pedagang memanfaatkan keuntungan untuk penjualan. Namun, dengan adanya korona ini, bagaimanakah keuntungan penjualan tersebut? Pedagang yang dimaksud dalam hal ini ialah pedagang kue Lebaran.

Jenis Kue Lebaran

Lebaran sangat identik dengan adanya jamuan-jamuan manis seperti kue. Dengan beragam jenis kue ini biasanya menjadi rebutan orang-orang di rumah. Kue juga bisa menjadi penyambung silaturahmi di sela-sela obrolan.

Kue Lebaran memiliki ciri khas masing-masing di berbagai daerah, seperti lapis surabaya khas surabaya, kue satru khas betawi, kue mancho khas malang, dan masih banyak lagi. Kue Lebaran juga menjadi menarik ketika kue tersebut dikemas dengan indah. Selain itu juga, biasanya terselip pesan permintaan maaf atau ucapan selamat Lebaran dari pengirim.

Jenis-jenis kue seperti itu yang menjadi rasa kangen akan cita rasanya saat Lebaran. Sebagian orang juga, kue dijadikan sebagai jamuan tradisi Lebaran seperti yang dirasakan oleh salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Telkom, Annisa Nova Ammartya.

Annisa biasa dipanggil akrab nisa, menjelaskan bahwa keluarganya sering membeli kue pada saat Lebaran. Hal ini sudah menjadi tradisi sendiri bagi Nisa, namun tak sembarang kue yang dia beli. Beberapa kue tersebut sudah menjadi citra khas bagi keluarga nisa dalam jamuan saat Lebaran.

“Udah kayak tradisi buat keluarga aku sih. Tiap Lebaran kayak harus ada kue gitu, kalo tidak ada kayak kurang aja. Terus kue nya juga enggak sembarang juga, mama aku kayak udah punya kesukaan sendiri. Bisa dibilang udah ciri khas kue Lebaran harus seperti ini. Kuenya itu kue nastar, keju sama cokelat.” tutur Nisa, Selasa (26/05/2020).

Hal ini juga dirasakan oleh para pedagang kue lainnya. Menurut paparan salah satu pedagang kue, ada beberapa kue sudah menjadi paling laris dibeli, seperti kue keju, nastar, putri salju, dan lain-lainnya. Kue-kue tersebut selalu menjadi borongan bagi orang-orang saat Lebaran.

“Kue yang dibuat setiap tahunnya bervariasi sih, tapi kue yang paling laris banget dan sering dibeli oleh pelanggan sekitar yaitu, kue keju, nastar, sagu keju, dan putri salju. Pasti setiap tahunnya selalu dapet orderan itu dan ludes habis dari stok saya.” kata Salma Nisrina Kurnia salah satu pedagang kue, Rabu (27/05/2020).

Omzet Naik atau Turun?

Pada umumnya omzet sangat penting bagi kalangan pengusaha agar mengetahui sukses atau tidak bisnis tersebut. Omzet sendiri dalam KBBI memiliki artian suatu jumlah uang dari hasil penjualan dagangan tertentu selama masa jual tersebut.

Namun, selama masa pandemi ini banyak pengusaha yang mengalami omzet turun bahkan adapun yang naik juga. Hal ini dirasakan oleh Ibu Tjendrawati Budiman salah satu pedangan kue, dia mengaku bahwa dagangannya saat Lebaran saat ini menurun hingga 90%. Ibu Tjendrawati ini memang belum memberi merk pada kuenya tersebut, namun ia akan mematenkan kuenya bernama Tjendrawasih Mas.

“Lebaran itu sangat menguntungkan karena yang beli kue dari semua kalangan dan semua agama juga. Ada yang beli buat dimakan sendiri dan ada juga beli untuk memberi ke kerabatnya. Tapi semenjak adanya virus korona ini omzet dagangan kue saya turun, ya berkurang 90%.” kata Ibu Tjendrawati, Sabtu (30/05/2020).

Tjendrawasih juga menjelaskan bahwa dampak terjadinya omzet berkurang sangat banyak. Dampak tersebut ialah dia tidak mengizinkan karyawannya pulang hari untuk bekerja serta daya beli masyarakat yang kurang.

Daya masyarakat saat pandemi seperti ini memang berkurang karena mereka lebih mementingkan kesehatan terlebih dahulu ketimbang harus pergi keluar. Hal ini pun serupa dirasakan oleh pedagang lain, Salma pedagang kue C’tins menjelaskan efek dari pandemi mengahalangi orderan kuenya tersebut.

“Pastinya ada halangan dalam orderan saya, orderan tahun ini sangat berkurang dari sebelumnya. Adanya virus korona ini mengharuskan masyarakat untuk stay at home dan tidak mudik sehingga omzet dagangan saya turun 50%.” jelas Salma, Rabu (27/05/2020).

Dengan adanya kue, suasana Lebaran semakin asik bahkan kue juga sudah menjadi tradisi atau ciri khas dari Lebaran. Namun, adanya virus korona ini bisa memperburuk perekonomian para pebisnis dagangan mereka sendiri. Mulai dari pembuatannya hingga orderan yang mereka dapat pada masa pandemi ini banyak yang mengalami penurunan omzet.

***

Talitha Maharani Sundaji, Mahasiswa Jurnalistik Fikom UNPAD.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel terkait

dewanpers