web analytics
  

Persiapan AKB Bandung Barat Sudah Matang

Selasa, 2 Juni 2020 20:37 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Bandung, Persiapan AKB Bandung Barat Sudah Matang, Pemkab Bandung Barat, KBB, New Normal, AKB di KBB,

New Normal. (Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah siap menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di sejumlah obyek wisata Lembang jika rekomendasi dari Kementerian Kesehatan soal penerapan new normal di Jawa Barat telah terbit.

"Kita menunggu dulu hasil gubernur bersurat ke Kemenkes soal penerapan new normal di 15 kabupaten kota zona biru, termasuk KBB. Tapi memang sekarang persiapan new normal, karena KBB juga masih PSBB sampai 12 Juni," ungkap Bupati Bandung Barat Aa Umbara saat ditemui di Kantor Pemkab Bandung Barat, Selasa (2/6/2020).

AYO BACA : New Normal di KBB Tunggu Arahan Gubernur

Pihaknya belum bisa memutuskan apakah KBB akan menerapkan new normal atau tidak. Sebab rekomendasi Kemenkes belum dikeluarkan dan diinstruksikan oleh gubernur ke daerah masing-masing. 

"Tidak boleh mendahului keputusan gubernur dan Kemenkes, jadi sabar saja dulu. Soal diskresi new normal oleh pemerintah daerah, lihat nanti saja," kata Umbara. 

AYO BACA : Hore! Masjid di Bandung Barat Kembali Dibuka

Kendati demikian, saat ini pihaknya sudah melakukan persiapan penerapan new normal dengan memprioritaskan pengawasan di pusat perbelanjaan, rumah peribadatan, dan tempat wisata. 

"Kalau memang nanti setelah 12 Juni boleh new normal, persiapan kita sudah matang. Yang jadi prioritas pengawasan kan pasar, supermarket, rumah ibadah, dan terutama tempat wisata," bebernya. 

Jika obyek wisata di Bandung Barat nanti dibuka saat new normal, pihaknya tidak menginginkan terjadinya lonjakan kasus positif COVID-19 hingga memunculkan klaster penyebaran baru di Bandung Barat. 

"Pertemuan pengelola wisata sudah dilakukan, mereka semua sudah siap. Intinya protokol kesehatan diterapkan, jangan sampai nanti wisatawan dari luar daerah datang ke KBB malah menjadi sumber penularan dan jadi ada klaster wisata. Kita tidak mau seperti itu, harus diantisipasi," tegasnya.

AYO BACA : Bandung Barat Susun Panduan New Normal

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers