web analytics
  

Positif Lagi Setelah Sembuh dari Covid-19, Ini Kata Pakar

Selasa, 2 Juni 2020 19:14 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Positif Lagi Setelah Sembuh dari Covid-19, Ini Kata Pakar, Positif, corona, covid-19, Sembuh, Covid-19, Pakar,

[Ilustrasi] Virus Corona. (Unsplash/Glen Carrie)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Seseorang yang pernah terjangkit Covid-19, setelah sembuh dia bisa dinyatakan kembali positif. Pakar menjelaskan secara ringkas, kembali positif setelah dinyatakan sembuh dari virus Corona Covid-19 bisa terjadi karena reinfeksi maupun reaktivasi.

Ketua Laboratorium Mikrobiologi FKUI Prof Pratiwi Sudarmono menjelaskan kedua istilah itu dibedakan oleh squencing atau susunan strain virus SARS CoV 2 yang menyebabkan Covid-19.

Dia mengumpamakan, ketika seseorang dinyatakan sembuh lalu 2 hingga 3 minggu kemudian dinyatakan positif. Maka sampel virus dalam tubuh orang itu akan diambil dan diihat, apakah squencing virus yang masuk berbeda dengan virus yang masuk sebelumnya.

"Di-squencing lagi ternyata (strain virus) sama dengan yang lama, maka itu berarti virus reaktifasi, sama dari yang ada di badan sebelumnya," kata Prof Pratiwi di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (2/6/2020).

"Tapi kalau ternyata berbeda, berarti kita mengalami reinfeksi, jadi itu yang sampai ke situ penelitiannya belum cukup," tuturnya.

Seperti yang disebutkan Prof Pratiwi, penelitian di Indonesia belum sampai pada tahap itu. Padahal jika itu bisa diteliti, kita akan bisa tahu virus yang masuk ke Indonesia samakah dengan virus yang beredar di Wuhan. Begitu juga dengan virus yang menyebar di daerah satu dan daerah lain di Indonesia apakah berjenis virus yang sama.

Begitu juga dengan kemampuan virus untuk menginfeksi, kita bisa melihat apakah yang masuk itu lebih berbahaya atau malah virus lebih lemah untuk menginfeksi kepada manusia.

"Dikatakan ada di daerah Jawa Timur, jadi berbeda dari strain yang ada di Jakarta dan di Jawa Timur dan itu menarik. Semakin banyak virus yang nanti kita lakukan di-squencing, maka kita akan semakin tahu dari mana saja virus yang ada itu datang," kata dia.

Dia melanjutkan, itulah mengapa seseorang yang pernah terinfeksi akan bisa dilihat dengan rapid test setelah 7 hingga 8 hari terinfeksi. Rapid test ini melihat keberadaan antibodi yang sudah terbentuk di dalam tubuh untuk melawan virus.

Antibodi itu bernama immmunoglobulin M dan G, baik antibodi yang baru terbentuk atau yang sudah bertahun-tahun terbentuk itu bisa dilihat melalui rapid test.

"Itulah sebabnya kita bisa mendeteksi orang-orang terutama yang sakit dengan rapid test itu. Untuk menyebabkan perubahan yang jelas pada reaksi imunoglobulin terhadap protein-protein tertentu, yang tidak mudah berubah dari virus tersebut jadi masih bisa digunakan," tuturnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers