web analytics
  

DPRD Jabar Puji Kerja Keras Pemprov Tekan Sebaran Covid-19

Selasa, 2 Juni 2020 16:26 WIB Dadi Haryadi
Umum - Regional, DPRD Jabar Puji Kerja Keras Pemprov Tekan Sebaran Covid-19, DPRD Jawa Barat, DPRD Jabar, Pemprov Jabar, Puji, Tekan Sebaran Covid-19,

Gedung DPRD Jabar. (dprd.jabarprov.go.id)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara, mengapresiasi kerja keras Pemerintah Provinsi Jabar yang dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. Dia meminta Pemprov Jabar terus mempertahankan upaya penurunan kasus tersebut sampai Covid-19 benar-benar hilang di Jawa Barat.

"Saya selaku warga Jawa Barat dan Anggota DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi Demokrat, memberi dukungan kepada pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang telah berhasil menekan angka terinveksi atau dalam mitigasi Covid-19. Semoga ini akan terus berlanjut, khusus hal mitigasi Covid-19," kata Irfan, Selasa (2/6/2020).

Dia memuji kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar di bawah pimpinan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam menangani mitigasi Covid-19. Dalam hal ini, Gubernur dinilai telah melibatkan berbagai pihak untuk mengatasi wabah tersebut.

"Saya minta kinerja ini terus dipertahankan, jangan sampai kendor sedikitpun. Terus ditingkatkan, pertahankan jangan sampai kita melonjak lagi angka kasusnya. Kalau terjadi pelonjakan lagi, anggaran mitigasinya mau dari mana lagi," katanya.

Di samping itu, kata dia, hal yang harus diperhatikan adalah perbaikan manajemen penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19. Data penerima bansos yang masih simpang siur dan terus berubah, harus diselesaikan.

AYO BACA : Dilarang Gegabah, DPRD Jabar Imbau Pemprov Penuhi Syarat Ini Sebelum New Normal

"Setelah didata memang data orang miskin terdampak Covid-19 itu banyak. Keuangan pemerintah daerah dan pemerintah pusat mungkin tidak akan sanggup membiayai. Makanya kita harus terbuka juga sama masyarakat, kalau terus kayak gini, bisa bangkrut. Harus jujur lah kita kepada masyarakat kemampuan kita seperti apa," katanya.

Pemprov Jabar, katanya, harus berani berbicara kepada pemerintah pusat mengenai keterbatasan anggaran untuk menyalurkan bansos kepada masyarakat terdampak. Dengan demikian, pemerintah pusat akan memprioritaskan Jabar dalam hal penyaluran bantuan tersebut.

Angka reproduksi efektif Covid-19 (Rt) di Jawa Barat sendiri terus menurun dari awalnya di angka 4 pada April dan Maret 2020, menjadi 0,68, Selasa (2/6/2020). Hal tersebut menyatakan bahwa penularan Covid-19 di Jawa Barat terus menurun setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan.

Angka reproduksi efektif atau Rt ini dihitung dengan pemodelan SimcovID (Simulasi dan Pemodelan COVID-19 Indonesia) berdasarkan metode Kalman Filter yang merupakan perpanjangan dari metode Bayesian Sequential.

SimcovID sendiri merupakan tim gabungan yang terdiri dari peneliti berbagai perguruan tinggi, seperti ITB, Universitas Padjadjaran, YGM, UGM, ITS, UB, dan Undana, dan peneliti perguruan tinggi luar negeri, yakni Essex & Khalifa University, University of Southern Denmark, dan Oxford University.

AYO BACA : DPRD Jabar Beri 42 Rekomendasi Terkait Kinerja Gubernur Jabar Tahun 2019

Ada tiga indikator dalam mengukur indeks reproduksi Covid-19 ini, yakni jumlah kasus positif aktif, jumlah kesembuhan, dan jumlah kematian berdasarkan waktu harian. 

Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika sebuah daerah memiliki angka Rt kurang dari 1 selama 14 hari, dapat menjadi indikator dalam aspek epidemiologi untuk pemberlakuan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan penurunan angka Rt ini pun dapat menambah jumlah daerah di Jabar yang berstatus zona biru atau bahkan menjadi hijau. 

Selama ini, di Jabar terdapat 12 kabupaten dan kota yang masuk zona kuning atau melakukan PSBB parsial dan 15 kabupaten dan kota yang masuk zona biru atau dapat menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal.

"Saat awal April sampai awal Maret, yang disebut indeks reproduksi itu masih di angka 3-4. Sempat jadi 0,97 minggu lalu. Tadi rapat Gugus Tugas, per hari ini kita sudah di angka 0,68. Mudah-mudahan terus menurun angka ini sampai nol," kata Daud di Gedung Sate, Selasa (2/6/2020).

Penurunan angka reproduksi yang signifikan ini, katanya, yang menjadi dasar Presiden RI mempersilakan Jawa Barat dengan empat provinsi lainnya di Indonesia menerapkan new normal. Namun demikian, new normal di Jabar baru diberlakukan di 15 kabupaten dan kotanya.

AYO BACA : DPRD Jabar Puji Langkah Ridwan Kamil Salurkan Bansos Lebih Awal

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Klaster Pengungsian Longsor Cibeber Cianjur Meluas ke Daerah Tetangga

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 20:21 WIB

Klaster pengungsian Covid-19 bencana longsor di Kampung Cingkeuk Desa Cibokor Kecamatan Cibeber mulai menyebar ke wilaya...

Umum - Regional, Klaster Pengungsian Longsor Cibeber Cianjur Meluas ke Daerah Tetangga, Klaster Pengungsian Longsor Cianjur,Pengungsian Longsor Cianjur Positif Covid-19,Kasus Covid-19 Cianjur

Vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon Belum Penuhi Standar Minimal

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 20:06 WIB

Vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon belum memenuhi standar minimal. Ketersediaan logistik jadi kendala.

Umum - Regional, Vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon Belum Penuhi Standar Minimal, Vaksinasi Covid-19 di Kota Cirebon,Vaksinasi Massal Cirebon,Dinas Kesehatan Kota Cirebon,Kasus Covid-19 Kota Cirebon

Rumah Sakit di Cirebon Penuh Terisi, Nakes Bertumbangan

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 19:53 WIB

Tingkat keterisian tempat tidur/bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit se-Kota Cirebon mencapai 100%. Halaman hotel pun...

Umum - Regional, Rumah Sakit di Cirebon Penuh Terisi, Nakes Bertumbangan, BOR Kota Cirebon,kasus covid-19 cirebon,RS di Cirebon,Cirebon Siaga 1 Covid-19

bank bjb dan Bupati Cianjur Tanya Jawab, Apa Itu?

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 19:46 WIB

bank bjb berkomitmenn mendukung dan membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur dalam peningkatan penerimaan Pendapatan...

Umum - Regional, bank bjb dan Bupati Cianjur Tanya Jawab, Apa Itu?, bank bjb,Bupati Cianjur Herman Suherman,Pemkab Cianjur,smart village D354

84 Nakes di RSUD Bayu Asih Purwakarta Positif Covid-19

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 19:31 WIB

Direktur RSUD Bayu Asih Purwakarta, Dr. Agung Darwis menyebut terdapat 84 tenaga kesehatan di rumah sakit ini terkonfirm...

Umum - Regional, 84 Nakes di RSUD Bayu Asih Purwakarta Positif Covid-19, RSUD Bayu Asih Purwakarta,Nakes Positif Covid-19,Nakes Terpapar Covid-19,Kasus Covid-19 Purwakarta

Pejabat Terkena Covid-19, Kantor Wali Kota Tasik Disterilisasi

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 16:01 WIB

Setelah Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf terkonfirmasi positif Covid-19, satuan tugas (satgas)...

Umum - Regional, Pejabat Terkena Covid-19, Kantor Wali Kota Tasik Disterilisasi, Kantor Wali Kota Tasik,Wali Kota Tasikmalaya,Covid-19 Tasikmalaya,Kasus Covid-19 di tasik,plt wali kota tasikmalaya muhammad yusuf,PNS Pemkot Tasik

Rektor IPB Arif Satria Positif Covid-19 yang Kedua Kalinya

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 15:42 WIB

Rektor IPB University Arif Satria dikabarkan kembali positif Covid-19. Ini merupakan kali kedua, setelah sebelum ia juga...

Umum - Regional, Rektor IPB Arif Satria Positif Covid-19 yang Kedua Kalinya, rektor IPB University,Rektor IPB University Arif Satria,Rektor IPB Positif Covid-19,Rektor IPB Arif Satria

Warga Purwakarta Keluhkan Jalan Rusak Akibat Proyek KCIC

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 14:38 WIB

Dampak pembangunan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Jakarta-Bandung masih menjadi polemik di tengah masyarakat di Kab...

Umum - Regional, Warga Purwakarta Keluhkan Jalan Rusak Akibat Proyek KCIC, KCIC,kereta cepat Jakarta-Bandung,Kereta Cepat Indonesia China,Kereta Cepat,Proyek KCIC,Jalan Purwakarta Rusak,Purwakarta

artikel terkait

dewanpers