web analytics
  

Ribuan Masjid di Kabupaten Tasikmalaya Resmi Dibuka Kembali

Selasa, 2 Juni 2020 12:21 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Ribuan Masjid di Kabupaten  Tasikmalaya Resmi Dibuka Kembali, Berita Tasikmalaya, ayotasik, Tasikmalaya hari ini, masjid tasikmalaya

Ilustrasi -- Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memasang batas jarak fisik. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Setelah hampir 2 bulan ditutup untuk kegiatan keagamaan, ribuan masjid di Kabupaten Tasikmalaya akhirnya dibuka kembali, Selasa (2/6/2020). Pembukaan itu dilakukan secara penuh baik untuk kegiatan peribadatan maupun kegiatan keagamaan lainnya.

Pembukaan masjid itu dibuka secara simbolis oleh Ketua DMI Kabupaten Tasikmalaya KH. Dede Saeful Anwar dan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Zen di Masjid Baitulrahman Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (2/6/2020).

AYO BACA : Pemkab Tasikmalaya Belum Tentukan Waktu Pembukaan Objek Wisata

KH. Dede Saeful Anwar menuturkan, setidaknya ada 5.847 masjid yang dibuka secara penuh. Jumlah itu termasuk 39 masjid besar di kecamatan, 1.721 masjid di desa, dan 172 musala di tempat publik.

"Dengan dibuka secara penuh ini, Masjid kembali bisa dipergunakan untuk pengajian baik pengajian mingguan atau bulanan. Keputusan ini diambil karena Kabupaten Tasikmalaya menuju Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB," kata Dede, Selasa (2/6/2020).

AYO BACA : Jalani New Normal, Banyak Warga Tasikmalaya Lupa Pakai Masker

Namun dalam pelaksaan kegiatan keagamaan, kata Dede, masyarakat diminta untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti pemakaian masker dan menjaga jarak antara satu jemaah dengan jemaah lainnnya.

"Kita juga bagikan bantuan untuk masjid, seperti cairan pembersih lantai, disinfentan dan lainnya. Agar masjid selalu bersih saat digunakan untuk kegiatan keagamaan," ucap Dede.

Ditemui di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Zen menuturkan, maskipun Kabupaten Tasikmalaya mulai dilakukan penerapan new normal atau AKB, namun pembatasan masih dilakukan. Menurutnya, pemerintah tidak ingin penerapan new normal berarti masyarakat bebas beraktivitas dan lepas kendali.

"Artinya, dengan pembukaan masjid, pasar, area pertokoan dan lainnya tetap pemerintah akan lakukan pengawasan yakni dengan selalu memastikan bahwa protokol kesehatan dijalankan," kata Zen.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/dIFa8Er_2KE" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : 5 Perbatasan Tasikmalaya Dijaga Ketat Selama New Normal

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers