web analytics
  

Sulit Melaut, Nelayan Tasikmalaya Jual Perhiasan hingga Beralih Profesi

Selasa, 2 Juni 2020 06:15 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Sulit Melaut, Nelayan Tasikmalaya Jual Perhiasan hingga Beralih Profesi, Berita tasikmalaya, tasikmalaya hari ini, ayotasik, nelayan tasik

Perahu nelayan Tasikmalaya di Pantai Cipatujah. (dok. FKKUB-PT)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Kelompok nelayan di pesisir pantai selatan Tasikmalaya tepatnya di Desa Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, hingga awal Juni tak kunjung melaut. Hal ini dampak dari gelombang pasang air laut atau gelombang tinggi dan angin kencang disertai curah hujan tinggi yang terjadi di sepanjang pantai selatan.

Dengan kondisi itu, para nelayan kehilangan mata pencaharian dari menjual tangkapan ikan hasil melaut selama satu minggu ini karena sulitnya perahu melewati ombak besar. Guna bertahan hidup, para penayan bahkan ada yang menjual perhiasan dan membongkar tabungan hingga beralih profesi seperti berkebun dan bertani.

"Karena ada prediksi dari BMKG akan ada ombak pasang susulan dalam minggu ini. Jadi nelayan belum berani melaut, menunggu kondisi aman sesuai prediksi BMKG," ungkap Ketua Nelayan Pamayangsari Cipatujah, Sana Sopiana melalui sambungan telepon, Senin (1/6/2020).

Sana yang juga sebagai Ketua Forum Komunikasi Kelompok Usaha Bersama Perikanan Tangkap (FKKUB-PT) sudah berkirim surat usulan ke pemerintah daerah untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada nelayan terdampak untuk memenuhi kebutuhan sembako dan memperbaiki kerusakan perahu akibat gelombang.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertanak) Kabupaten Tasikmalaya Heri Sogiri mengatakan, pemerintah daerah sudah menyiapkan program bantuan Cadangan Pangan Daerah (CPD) bagi para nelayan yang terdampak pasang air laut atau ROB.

Untuk mendapatkan bantuan itu, lanjut Heri, kelompok nelayan harus mengajukan usulan kepada Pemerintah daerah.

"Para nelayan tinggal mengusulkan agar mendapatkan bantuan CPD ini. Saya sudah instruksikan bidang perikanan untuk menindaklanjuti usulan dari kelompok nelayan. Bantuan berupa beras untuk antisipasi ada yang kelaparan," ungkap Heri.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/dIFa8Er_2KE" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers